DPRD dan Masyarakat Orong Telu Sepakat Kawal Proyek Jalan Dari Dana Provinsi dan Pusat

Sumbawa Besar, Gaung NTB

Ikatan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Sumbawa (IPPMS) Kecamatan Orong Telu mengikuti hearing (rapat dengar pendapat/RDP) difasilitasi oleh Komisi 3 DPRD Kabupaten Sumbawa diruang rapat pimpinan II selasa (12/1). IPPMS mempertanyakan dan membahas progress pengerjaan jembatan Tempoak Renok, sekaligus berdialog soal rusaknya Jembatan Brang Punik dan tanjakan Dewa Dara serta pengerjaan ruas jalan wilayah selatan dari Lenangguar hingga Baturotok.

Di RDP itu, Bappeda Sumbawa diwakili Kabid Fisik Ivan Indrajaya mengatakan idealnya kondisi fiskal daerah dapat memperbaiki semua jika situasi normal, namun saat pandemi ini untuk fisik jembatan dan jalan di APBD hanya satu yang diintervensi itupun anggarannya tidak besar yaitu Jembatan Sampa Ai Ngelar di Kecamatan Unter Iwes.

“Bayangkan bagaimana APBD kita kronis, hanya 1 jembatan bisa teranggarkan. Jadi bukan tidak diprioritaskan, tapi banyak pertimbangan, kita harus sama-sama adil, karena 2020 sudah dianggarkan untuk Tempoak Renok. Kalau jembatan Brang Punik awalnya dimasukan tapi terjadi pemangkasan anggaran pada Dinas PUPR sebesar 30 persen, bahkan kami pesimis juga jembatan Ai Ngelar Sampa bisa terwujud karena ada edaran dari Kementerian Keuangan agar daerah anggarkan 4 pesen untuk biayai vaksin Covid Sinovac,” terangnya.

Walaupun demikian ada angin segar pada tanggal 7 Januari 2021 dimana Bappeda sudah persentasikan kaitan pengembangan infrastruktur Sumbawa dingin wilayah selatan yang fasilitasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Nusa Tenggara Barat, Balai Pengembangan Wilayah Mataram Dan Kementerian PUPR.

Ia mengakui, selama ini pemerintah fokus pengembangan pada wilayah utara yaitu KEK SAMOTA. Kedepan, ia berjanji untuk pengembangan wilayah selatan akan dilakukan dengan lebih fokus termasuk jembatan dan jalan.

“Kami sudah persentasikan lebih 25 jembatan wilayah selatan sudah disampaikan semua usulan semoga bisa jadi jalan awal sehingga masalah infrartuktur bisa teratasi, ini bukti bahwa pemerintah tidak diam dengan masalah infrastruktur di selatan,” tandasnya,

Sedangkan, Kabag pembangunan Setda diwakili Kasubag Pengendalian Pembangunan Irpansyah ST, disinggung proyek diwilayah selatan dari Pemprov pada tanggal 4 Januari 2021 lalu.

“Akan ada pengerjaan ruas jalan Lenangguar-Batu Rotok nama paket 9 pal IV Proyek ditender ulang dengan anggaran 93 Milyar. Kontrak per 8 Desember 2020 sampai 1 mei 2022, tetapi belum dipastikan titiknya dimana. Ini sekedar informasi awal bahwa kontraknya sudah ditanda tangani,” bebernya.

(Gaung NTB memperoleh informasi dari laman LPSE NTB bahwa tender proyek ini gagal akibat tidak ada peserta yang lulus aplikasi penawaran, Red). 

Selanjutnya sambung Irpansyah, ada 2 paket untuk pengerjaan jalan Sumbawa Besar Semongkat Batu Dulang dan Jembatan Kokar Labangka. Proyek dengan nama tender “paket 10: Sumbawa Besar-Semongkat Batu Dulang, Jembatan Kokar Labangka”  itu senilai 47,4 M per 8 Desember 2020 hingga mei 2022 serta ruas jalan Lenanguar-Lunyuk dan Lenangguar-Batu Rotok.

“Semoga harapannya masuk tanjakan Dewa Dara,” tandasnya.

Berikutnya, ia menyampaikan informasi terkait anggaran untuk infrastruktur di Orong Telu dalam 5 tahun kebelakang. “Pemda komit membuka akses. 2017 anggarkan Rp 12,5 M, peningkatan jalan Teladan Kelawis Rp 8,3 M, jembatan Sebeok Rp 4,1 M, jembatan Senawang 2 yaitu jembatan Tempoak Renok Rp 7 Milyar. Total angaran sekitar Rp 32,16 Milyar. Itu adalah bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap akses masyarakat wilayah selatan,” tegasnya.

Kabid Anggaran BPKAD Khaeruddin SE MEC Dev, memberikan tanggapanya “Dalam kondisi Covid tahun lalu kita terkena recovusing 50 persen belanja barang dan jasa, maka bisa dikatakan habis dana dari APBD kita,” katanya.

Ia menerangkan,  pembangunan jembatan Temoak Renok adalah hasil perjuangan berat bidang Anggaran bersama Dinas Terkait dan DPRD agar tetap berlanjut.

Khaeruddin menawarkan ada tiga solusi atas permasalahan yang dibahas hari ini yakni pertama, kawal kembali apa yang belum masuk. Kedua, mengusulkan kepemerintah pusat karena ada Momentum pada beberapa waktu kemarin diundang Bapak Fahri Hamzah dan Kementrian PUPR untuk mendorong pembangunan wilayah Selatan. Ketiga, anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi NTB sebesar 93 Milyar dengan pola  multiyears adalah perlu dikawal bersama-sama, seperti memberikan masukan ke Dinas PUPR Provinsi ruas jalan mana yang mendesak untuk didahulukan.

“Cukup membuat kita tertegun dengan adanya surat keputusan menteri Keuangan terkait dengan recofusing DAU 2021 sebesar minimal  4 %, tertanggal 30 Desember lalu. Setidaknya ada 32 milyar yang akan kita geser. Semga Anggaran dari Pemprov menjadi  obat bagi kita semua,” pungkasnya.

Diakhir kegiatan hearing yang cukup alot ini disepakati bahwa PPK dan Komisi 3 DPRD Kabupaten Sumbawa segera turun meninjau hasil pengerjaan jembatan Tempoak Renok. Namun soal waktunya tidak disepakati jadwalnya. “Ini akan dijadwalkan nanti, tapi tetap pada bulan Januari ini juga,” cetus Ketua Komisi III, Hamzah.

DPRD dan Warga orong Telu pun sepakat untuk juga mengawal infrastruktur wilayah selatan baik yang anggarannya bersumber dari Provinsi maupun DAK Pusat. (Gks)