DUA OKNUM PNS OVERSPEL NYATAKAN BANDING *Tak Terima Divonis Pidana 6 Bulan Penjara

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah diberikan waktu selama sepekan lamanya untuk berpikir dengan matang, akhirnya dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdiri dari perempuan berinitial EL (34) yang bekerja disebuah Dinas Instansi Pemda Sumbawa yang berlamat di BTN Bukit Permai Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa dan lelaki berinitial AMA (35) yang bekerja disebuah Dinas Instansi di KSB yang beralamat di Dusun Mandar Desa Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk KSB, terhitung sejak Selasa (13/09) lalu menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi NT di Mataram, karena menolak dan tidak dapat menerima vonis pidana masing-masing selama 6 bulan penjara yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar diketuai Hj Sri Sulastri SH MH dengan hakim anggota Hari Suprianto SH MH dan Faqihna Fiddin SH didampingi Panitera Pengganti Lisa Eliyanti SH pekan lalu, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana perselingkuhan yakni seorang pria yang telah kawin dengan melakukan gendak (Overspel) padahal diketahui kalau seorang wanita telah kawin, sebagaimana diatur dalam Pasal 284 ayat (1) huruf (b) KUHP.
Kedua terdakwa satu diantaranya oknum PNS perempuan berinitial EL yang telah direkomendasikan pemecatan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS oleh Inspektorat Kabupaten Sumbawa karena dinilai melakukan penggaran disiplin berat melanggar Pasal 7 ayat (4) huruf D PP No 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS itu, menyatakan banding dan tak dapat menerima putusan hakim pidana dengan menandatangani berita acara banding, dengan alasan yuridis bahwa vonis pidana yang dijatuhkan kepada keduanya dinilai cukup berat.
Bagaimana tanggapan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sumbawa Dina Kurniawati SH yang menangani perkara tersebut, berikut keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Selasa (20/09) kemarin membenarkan kalau dua orang terdakwa (oknum PNS) yang terbukti terlibat dalam kasus gendak/selingkuh (Overspel) itu telah menyatakan banding atas vonis pidana yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar selama 6 bulan penjara itu ke Pengadilan Tinggi Mataram, dengan dalih dan alasan kendati mereka terdakwa telah mengakui bersalah atas tindak pidana yag telah dilakukan namun mereka hanya meminta dan berharap statma jumlah hukuman pidananya bisa diturunkan oleh hakim Pengadilan Tinggi.
Kendati demikian itu adalah hak hukum bagi diri terdakwa terang Jaksa Dina Kurniawati SH, dimana pihaknya selaku jaksa penuntut umum tentu akan bersikap mengajukan kontra banding setelah berkas memori bandingnya diterima dari Pengadilan yang hingga saat ini kedua terdakwa belum memasukkan berkas memori banding dimaksud, namun pihaknya sangat yakin dengan dakwaan dan tuntutan pidana sebelumnya yang ditujukan kepada kedua terdakwa dengan tuntutan pidana selama 8 bulan penjara, kita lihat saja nanti hasil putusan Pengadilan Tinggi, ujarnya.
“Dengan telah adanya peryataan banding dari kedua terdakwa atas vonis pidana majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar tersebut, maka dengan sendirinya sesuai dengan ketentuan KUHAP pelaksanaan eksekusi atas diri kedua oknum PNS itu belum dapat dilakukan sepanjang belum adanya putusan berkekuatan hukum tetap (Inkrach) dari Pengadilan Tinggi Mataram,” pungkas Jaksa Dina Kurniawati SH.