Dua Orang Penting Kasus Korupsi Cukai BP Bintan Mencegah KPK Pergi ke Luar Negeri

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah dua orang yang diduga berperan penting dalam kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan (BP Bintan) di Kabupaten Bintan 2016-2018 .

Keduanya dicegah meninggalkan Indonesia selama 6 bulan setelah KPK menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada 22 Februari 2021.

“KPK telah mengirimkan surat larangan ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kumham RI terhadap 2 orang yang berperan penting dalam kasus yang masih dalam pemeriksaan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam penjelasannya, Jumat (9/9). 4/2021).

Baca juga: Seperti ayahnya, putra Aa Umbara juga bungkam saat ditahan KPK

Larangan di luar negeri ini dilakukan selama 6 bulan ke depan mulai 22 Februari 2021, tambahnya.

Namun, Ali tidak mengungkapkan detail identitas kedua orang yang dicegah itu.

Namun, mereka ditengarai berperan penting dalam skandal korupsi ini.

Karena itu, kata Ali, Komisi Pemberantasan Korupsi melarang mereka keluar negeri untuk tujuan pemeriksaan.

Baca juga: KPK Tersangka Ada Pihak yang Sengaja Menghilangkan Bukti Suap Pajak dari Penggeledahan Kantor Jhonlin Baratama

Hal ini dilakukan agar ketika perlu memanggil dan memeriksa pihak-pihak tersebut, mereka saat ini tidak berada di luar negeri.

“Sehingga bila diperlukan untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia dan dapat hadir secara kooperatif,” kata Ali.




Source