Dua Pelaku Curanmor Diringkus Polisi

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi hampir di setiap kecamatan dalam beberapa bulan terakhir, membuat aparat kepolisian lebih sigap terhadap adanya laporan warga yang menjadi korban dari pelaku aksi curanmor.
Bahkan dalam satu malam di lokasi satu kampung kadang bisa 4 sampai 5 unit sepeda motor warga yang digondol pelaku. Kondisi inilah yang membuat warga maupun aparat geram, dan berusaha menangkap para pelaku curanmor yang tergolong sangat meresahkan masyarakat banyak.
Teranyar kasus yang sama terjadi di Dusun Kemang Kuning Desa Lopok Kecamatan Lopok, Sabtu (10/9/) sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu sepeda motor Honda Beat milik Supriadi (27) warga setempat, yang diparkir di teras rumahnya hendak dibawa lari oleh orang tak dikenal. Beruntung Marsuki (46), orang tua Supriadi, mendengar suara sepeda motor yang dinyalakan, kemudian bergegas keluar rumah bersama anaknya untuk melihat keberadaan motor di depan rumahnya.
Ternyata benar, pelaku curanmor sedang membawa lari sepeda motor anaknya. Saat itu juga, Marsuki dan anaknya dibantu beberapa personil Polsek lape berusaha melakukan pengejaran. Ketika tiba di Dusun Lagenang Desa Langam Kecamatan Lopok, tanpa membuang waktu, Marzuki langsung menebas tangan kanan pelaku dengan parang. Meski tangan pelaku telah luka akibat tebasan parang Marzuki dan pelaku sempat terjatuh, namun berhasil melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor yang dicurinya lantaran dalam kondisi terjepit.
Kasubag Humas Polres Sumbawa,  IPTU Waluyo, yang dikonfirmasi Gaung NTB, membenarkan adanya laporan atas kasus curanmor di Lopok tersebut. Dua terduga pelaku berinisial ASG dan MLD berhasil diringkus Tim Buser Reskrim di wilayah Kecamatan Lape dan Plampang. Kedua pelaku ASG dan MLD telah dilakukan pemeriksaan untuk mengungkap TKP Curanmor lainnya sekaligus mengungkap jaringannya.