Dua Pelaku Mafia Tanah di Tangerang Ditangkap Polisi

    Selain menangkap kedua tersangka, polisi kini memburu AM yang bertindak sebagai pengacara.

    REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Dua pelaku mafia tanah yang mengincar lahan seluas 45 hektare di kawasan Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang, Banten, ditangkap polisi. Keduanya, yakni DM (48 tahun) dan MCP (61) terbukti bersekongkol mempraktekkan mafia tanah dengan saling menggugat untuk menguasai tanah.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada April 2020 dimana tersangka DM mengajukan gugatan terhadap tersangka MCP terkait kepemilikan tanah. Dari pemeriksaan ditemukan bahwa cara tersebut hanya merupakan intrik pelaku.

    “Tersangka DM menggugat hukum perdata MCP sendiri. Ini bentuk mafia mereka, sesama anggota jaringannya digugat untuk menguasai tanah,” kata Yusri di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/4).

    Dalam aksi gotong royong ini, keduanya melancarkan aksi dengan satu tersangka lainnya yang bertindak sebagai kuasa hukum. “DM menggunakan SK 67 untuk menggugat MCP, tapi materi yang digugat sudah diatur pengacaranya,” kata Yusri.

    Gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap perusahaan PT TM dan warga sekitar lahan. Gugatan itu kemudian menghasilkan perdamaian.

    Setelah gugatan DM terhadap MPC berakhir dengan damai dan dokumen keduanya disatukan, pada Juli 2020 mereka berencana untuk mengeksekusi lahan tersebut. Namun, aksi tersebut tidak berjalan mulus akibat perlawanan dari PT TM dan warga.

    Tersangka diketahui telah menyewa organisasi masyarakat untuk melawan perusahaan dan warga. Saat itu terjadi bentrokan. Kemudian, PT TM dan warga masing-masing melapor ke Polda Metro Tangerang Kota pada 10 Februari 2021 dan 14 Februari 2021.

    Dari hasil penyidikan polisi diketahui bahwa surat dan dokumen yang digunakan oleh tersangka DM dan MCP semuanya palsu dan tidak terdaftar. “Semua surat yang dimilikinya adalah dokumen palsu. Termasuk SK 67 yang menjadi dasar saudara DM untuk menggugat saudara MCP secara perdata, tidak tercatat. Ini adalah tipuan mafia bagaimana mereka menguasai semua dengan membuat surat palsu ., ”jelas Yusri.

    Selain menangkap kedua tersangka, kini tersangka lain berinisial AM yang bertindak sebagai kuasa hukum bagi para tersangka masih dalam pengejaran. Yang bersangkutan sudah masuk dalam daftar orang yang dicari (DPO). Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 263 dan 267 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.




    Source