Dua Perusahaan di Bandarlampung Dekat dengan Dampak Covid-19

    Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan karbon aktif dan pembuatan tali fiber.

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandarlampung mencatat, pada saat pandemi Covid-19, dua perusahaan telah menutup usahanya akibat wabah tersebut. “Sejauh ini sudah ada dua perusahaan yang tutup dan melaporkan kepada kami karena dampak Covid-19,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandarlampung, Wan Abdurrahman, di Bandarlampung, Selasa (20/4).

    Kedua perusahaan tersebut tutup karena permintaan produknya menurun selama pandemi dan tidak dapat mengekspor. Jadi mereka tidak bisa menutupi pengeluaran mereka. “Satu perusahaan bergerak di bidang pembuatan arang aktif dan satu perusahaan bergerak di bidang pembuatan tali dari serabut kelapa,” ucapnya.

    Kedua perusahaan yang menutup usahanya memutuskan hubungan kerja (PHK) 200 orang. Dengan rincian 125 orang pekerja di bidang pembuatan karbon aktif dan 75 orang di bidang pembuatan tali dari serabut kelapa. “Keduanya akan ditutup pada 2021. Namun, jika kondisinya normal dan kembali membuka usaha, maka tenaga kerja yang di-PHK akan diutamakan,” ujarnya.

    Di salah satu perusahaan tersebut, ia menyaksikan dan menandatangani secara resmi bahwa perusahaan tersebut ditutup. “Sehubungan dengan itu, perusahaan yang akan tutup juga akan membayar hak pekerjanya sesuai dengan yang telah dikomunikasikan dengan serikat pekerja,” ujarnya.

    Terkait Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Bandarlampung, pihaknya mengimbau kepada seluruh perusahaan agar memberikannya secara penuh dan tidak terlambat. Namun, perusahaan yang masih terkena dampak Covud-19 akan diberikan ruang untuk berkomunikasi dengan karyawannya terkait pemberian THR, namun harus menunjukkan bukti berupa laporan keuangan dan penurunan produksi mereka.

    sumber: Antara




    Source