Dubai Mengizinkan Ibu Menyusui dan Berencana Hamil untuk Vaksinasi

    Tidak perlu berhenti menyusui sebelum atau sesudah vaksinasi.

    REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Dubai telah memperluas kriteria kelayakan untuk vaksin mRNA Pfizer Covid-19. Menurut kantor media emirat, wanita yang sedang menyusui dan mereka yang berencana untuk hamil diperbolehkan mendapatkan vaksin mRNA Pfizer Covid-19.

    “Studi klinis menunjukkan vaksin mRNA aman untuk wanita yang sedang menyusui atau berencana untuk hamil, kecuali jika pasien memiliki kontraindikasi medis tertentu terhadap vaksin atau komponen vaksin apa pun,” kata Muna Tahlak, CEO Rumah Sakit Wanita dan Anak Latifa. Al Arabiya, Minggu (18/4).

    “Ibu yang sedang menyusui sekarang sudah bisa minum vaksin mRNA sesuai pedoman vaksin DHA terbaru. Tidak perlu berhenti menyusui sebelum atau sesudah vaksinasi,” ujarnya.

    Selain itu, pasien yang terinfeksi Covid-19 tidak perlu lagi menunggu tiga bulan untuk divaksinasi jika telah menyelesaikan masa isolasi. Tetapi hanya mereka dengan infeksi ringan atau tanpa gejala yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin mRNA.

    “Setiap pasien yang terinfeksi Covid-19 aktif harus menunggu hingga selesainya masa isolasi untuk divaksinasi,” kata Ketua Panitia Pengarah Vaksinasi Covid-19 Farida Al Khaja.

    “Jika infeksinya sedang atau berat dan memerlukan rawat inap, lamanya vaksinasi setelah terinfeksi akan bergantung pada keputusan tim medis yang merawat pasien. Namun, semua kasus ringan atau kasus asimtomatik bisa divaksinasi setelah selesai masa isolasi,” ujarnya. ditambahkan.

    Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) baru-baru ini mengurangi persyaratan usia menjadi 16 dari 18 tahun bagi mereka yang ingin divaksinasi Covid-19.




    Source