Dukung Pesona Gili Balu Disbudpar KSB Siapkan Operasional Resto Apung

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Salah satu kawasan wisata yang akan dikembangkan oleh Pemerintak Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), saat ini adalah kawasan wisata Gili Balu. Destinasi wisata yang telah ditangani oleh PT ESL dan P. NOV tersebut, memang semuanya belum dapat tergarap dengan baik.
Tetapi lokasi yang menjadi primadona para pengunjung baik yang berdatangan dari luar Sumbawa Barat, maupun yang berasal dari Sumbawa Barat yaitu Pulau Kenawa dan Pulau Passerang. “Saat ini ke dua pulau tersebut telah mendunia, dan telah banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, baik dengan tujuan untuk berlibur maupun untuk melakukan penelitian/edukasi,” ungkap Kabid Destinasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs Suarman.
Cerita tentang indahnya Pulau Kenawa dan Pulau Passerang, yang telah mendunia tersebut, tentunya menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat KSB untuk menjadikannya sebagai ladang untuk berusaha.
Saat ini memang terdapat beberapa peluang usaha yang telah ditangkap oleh masyarakat setempat seperti contohnya penyewaan angkutan menuju ke pulau, penyewaan tenda dum bagi para pengunjung yang ingin berkemah, penyewaan fasilitas bermain (banana boat, spead boad), penyewaan peralatan snorkeling,  dan para penjaja makanan serta pedagang kaki lima yang membangun lapak di kedua pulau tersebut.
Beberapa usaha tersebut dipandang cukup produktif untuk dikembangkan dimasa yang akan datang, namun memerlukan pembinaan, sehingga aktifitas semua usaha jasa pariwisata kawasan gili balu menjadi lebih baik.
Guna menunjang aktifitas arus transportasi menuju Gili Balu, di tahun 2017 Disbudpar Sumbawa Barat, menyiapkan fasilitas resto apung yang nantinya akan menunjang aktifitas destinasi wisata gili balu. Bangunan dengan ukuran 10 x 65 m recana akan mulai dikelola tahun 2018 yang akan dikerjasamakan dengan pihak ke-tiga.
Keberadaan resto apung ini nantinya selain diharapkan sebagai factor pemicu meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke detinasi wisata gli balu, tentu yang tak kalah pentingnya adalah terbukanya lapanganan pekerjaan, khususnya masyarakat yang berada di Desa Poto Tano.
Ini tentunya sangat relevan, karena sebagian besar masyarakat Desa Poto Tano bermata pencaharian sebagai nelayan yang tentunya sangat cocok menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas resto apung nantinya.