Dukungan Ali-Sakti Masih Belum Penuhi Syarat

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB, telah menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Dukungan Bakal Calon Perseorangan untuk menetapkan hasil verifikasi faktual terhadap dukungan bakal calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Moch. Ali Bin Dachlan dengan TGH. Lalu Gde Muhamad Ali Wirasakti Amir Murni, MA atau lebih dikenal dengan pasangan calon Ali-Sakti.
Dari hasil Rapat Pleno tersebut KPU Provinsi NTB, memutuskan bahwa dukungan bakal calon perseorangan tersebut belum memenuhi syarat dukungan minimal sebagaimana yang dipersyaratkan aturan.
Ketua Divisi Teknis KPU Provinsi NTB, yang menangani Pencalonan Pilgub NTB 2018, Suhardi Soud SE, yang dikonfirmasi Gaung NTB, Selasa (02/01) menyampaikan dari 311.040 dukungan yang diturunkan ke seluruh kabupaten/kota untuk dilakukan verifikasi faktual, setelah dilakukan rekapitulasi yang memenuhi syarat hanya 252.818 dukungan. Sehingga ada kekurangan sebanyak 50.514 dukungan untuk memenuhi syarat dukungan minimal sebanyak 303.331.
Oleh karena itu kata Suhardi, KPU Provinsi NTB, masih memberikan kesempatan kepada pasangan Ali-Sakti untuk melakukan perbaikan pada masa perbaikan dengan menurunkan kembali dukungan sekitar dua kali dari jumlah kekurangan dukungan yakni sebanyak 101.026 pendukung.
Terhadap dukungan tersebut jelas Suhardi, KPU Provinsi NTB nantinya akan melakukan verifikasi administrasi seperti uji kegandaan dan lainnya, baru kemudian diturunkan ke kabupaten/kota untuk dilakukan verifikasi faktual tahap berikutnya.
Pada verifikasi tahap kedua itu dijelaskan Suhardi, tidak lagi petugas PPS mendatang pendukung Ali-Sakti secara langsung ‘door to door’ untuk menanyakan dukungan, tetapi PPS hanya melakukan verifikasi kolektif desa, artinya bahwa Tim Paslon harus mengumpulkan orang-orang yang akan diverifikasi di wilayah desa tersebut kemudian didatangi oleh PPS untuk menanyakan mengenai dukungan atau tidak.
Namun demikian kata Komisioner aktifis HMI itu, hasil verifikasi faktual calon perseorangan Ali-Sakti tahap awal itu, sudah dapat digunakan untuk mendaftar di KPU Provinsi NTB sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Bakal Calon Perseorangan bersamaan dengan pendaftaran Bakal Calon lainnya dari Partai Politik, yang akan dibuka pada tanggal 8 hingga 10 Januari 2018.
“Kita berharap agar bakal calon mempersiapkan persyaratan pencalonan dan penyaratan pribadi seperti ijazah, SKCK dan lain sebagainya, sehingga tidak lagi ada perbaikan,” demikian Suhardi Soud.