Edhy Prabowo Dihukum 5 Tahun Penjara: KPK Apresiasi, Nilai ICW Lebih Pantas 20 Tahun

TRIBUNNEWS.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo divonis 5 tahun penjara dan denda Rp.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Edhy Prabowo dan bawahannya terbukti menerima suap sebesar US$77 ribu dan Rp. 24,6 miliar untuk mempermudah pengajuan ekspor udang goreng.

Menyatakan terdakwa Edhy Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

“Untuk melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim Albertus Usada dalam sidang yang disiarkan secara online, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: JPU KPK Pelajari Hukuman 5 Tahun Edhy Prabowo, Rekomendasi Akan Disampaikan Kepada Pimpinan

Selain vonis pokok, hakim juga mewajibkan Edhy Prabowo membayar uang pengganti sebesar US$77 ribu dan Rp9,6 miliar.

Hakim juga mencabut hak politik Edhy Prabowo untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun setelah menjalani hukuman pokok.

Terdakwa kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster tahun 2020, Edhy Prabowo, menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2021). Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut mantan Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) itu divonis 5 tahun penjara dan denda Rp. 400 juta, subsidi 6 bulan penjara. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Majelis hakim menilai yang memberatkan adalah Edhy Prabowo dinilai tidak mendukung program pemberantasan korupsi, tidak memberikan contoh yang baik dan menikmati hasil korupsi.

Sedangkan untuk pertimbangan yang meringankan, Edhy dianggap sopan, tidak pernah dihukum dan aset hasil korupsi telah disita.

Baca juga: KPK Apresiasi 5 Tahun Penjara Terhadap Edhy Prabowo

Menanggapi putusan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui menghormati dan menghargai hukuman penjara 5 tahun Edhy Prabowo.

Pj Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan vonis hakim sama dengan putusan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yakni 5 tahun penjara.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo usai menghadiri sidang kasus suap izin ekspor benih lobster 2020, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021).  Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis terdakwa 5 tahun penjara dan harus membayar denda Rp.  400 juta, subsider enam bulan penjara dan pidana pembayaran ganti rugi kepada Edhy Prabowo sebesar Rp.  9.687.447.219 dan US$ 77.000 harus dibayar.  dalam waktu 1 bulan dan jika tidak mampu maka harta tersebut akan disita dan dilelang untuk menutupi biaya penggantian uang.  Tribunnews/Jeprima
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo usai menghadiri sidang kasus suap izin ekspor benih lobster 2020, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis terdakwa 5 tahun penjara dan harus membayar denda Rp. 400 juta, subsider enam bulan penjara dan pidana pembayaran ganti rugi kepada Edhy Prabowo sebesar Rp. 9.687.447.219 dan US$ 77.000 harus dibayar. dalam waktu 1 bulan dan jika tidak mampu maka harta tersebut akan disita dan dilelang untuk menutupi biaya penggantian uang. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/16/edhy-prabowo-divonis-5-tahun-penjara-kpk-mengapresiasi-icw-nilai-lebih-pantas-diganjar-20-tahun