Empat Kasus Pelemparan Kereta Api Terjadi di Area Daop 6

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak empat kasus pelemparan kereta api terjadi di kawasan Wilayah Kerja PT KAI 6 Yogyakarta sepanjang tahun 2021 yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

    “Hingga 3 Oktober, ada empat kasus pelemparan batu ke kereta api. Terakhir yang terjadi pada KA Bangunkarta adalah ketika KA melintas antara Stasiun Palur dan Stasiun Solo Jebres,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Supriyanto.

    Petugas kemudian berhasil mengamankan pelaku lemparan yaitu seorang anak berusia 14 tahun dan kini telah diserahkan ke Polsek Jebres untuk diproses sesuai aturan. Ia mengatakan, pelaku pelemparan kereta api seringkali memberikan alasan hanya untuk iseng.

    “Namun akibatnya bisa sangat fatal bagi penumpang dan petugas. Bahkan ada ancaman hukuman pidana bagi pelaku pelemparan,” ujarnya.

    Sanksi pidana pelemparan kereta api diatur dalam Pasal 194 ayat 1 KUHP yaitu tindak pidana yang membahayakan keselamatan umum orang atau barang.

    Dalam pasal ini secara tegas dinyatakan bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya terhadap lalu lintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau tenaga mesin lain di atas rel kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

    Dan apabila perbuatan tersebut menimbulkan korban jiwa, maka pelaku dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara dengan jangka waktu tertentu sampai dengan 20 tahun. Larangan melempar kereta api juga diatur dalam UU Perkeretaapian.

    Dari empat kasus pelemparan yang terjadi di wilayah kerja PT KAI Daop 6 Y, tidak ada korban jiwa. Namun, lanjutnya, jika aksi lempar terus dilakukan, kecil kemungkinan suatu saat akan menimbulkan korban jiwa.

    Seperti kasus seorang masinis yang buta akibat lemparan kereta api. “Selama ini kerusakan yang terjadi adalah pada pecahan kaca kereta api dan total kerugian material masih dihitung,” katanya.

    Masyarakat yang mengetahui tindakan ini diminta untuk segera melapor ke petugas atau ke stasiun terdekat dan bisa juga langsung melapor ke polisi atau TNI.

    https://repjogja.republika.co.id/berita/r0g2qz399/empat-kasus-pelemparan-ka-terjadi-di-wilayah-daop-6