Enam Makanan Populer Yang Dapat Memicu Kerusakan Ginjal

Ginjal bisa rusak jika Anda sering mengonsumsi enam makanan populer ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2018, prevalensi penderita penyakit ginjal kronis (PGK) di Indonesia meningkat hingga 0,38 persen. Bahkan data global tahun 2019 memperkirakan 10 persen populasi dunia terkena CKD.

Masalah kesehatan ginjal tidak hanya dipicu oleh faktor genetik, tetapi dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi. Ironisnya, banyak makanan populer yang ternyata bisa menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal. Makanan apa yang dimaksud? Berikut penjelasannya menurut sains, seperti dilansir di halaman tersebut Makan ini pada Sabtu (24/4).

1. Daging merah

Dalam sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam “Journal of American Society of Nephrology,” konsumsi daging merah yang berlebihan secara signifikan dikaitkan dengan perkembangan penyakit ginjal tahap akhir (ESRD). Jadi, jika Anda ingin membuat ginjal Anda lebih sehat, Anda tidak boleh makan lebih dari tiga porsi daging merah yang direkomendasikan per minggu.

2. Bayam

Bayam merupakan sayuran yang kaya nutrisi dan berperan penting dalam meningkatkan kesehatan. Namun sayangnya, bayam bisa menimbulkan masalah jika dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah kesehatan ginjal.

Bayam mengandung hingga 1.260 miligram oksalat per mangkuk. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology, kandungan oksalat ini dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal hingga lebih dari 20 persen di antara pria dan wanita lanjut usia. Dan bayam, menjadi salah satu makanan yang mengandung oksalat dalam jumlah besar.

3. Daging olahan

Jika Anda ingin menjaga kesehatan ginjal, Anda mungkin harus berhenti makan daging olahan. Menurut meta-analisis tahun 2017 dari 23 studi yang diterbitkan dalam jurnal Oncotarget, konsumsi produk daging babi olahan, termasuk salami, ham, bacon, dan sosis, secara signifikan terkait dengan perkembangan karsinoma sel ginjal, suatu bentuk kanker ginjal.

4. Kentang

Kentang adalah sumber yang kaya kalium, mengandung hingga 1.640 miligram nutrisi. Sayangnya, jika Anda memiliki masalah ginjal, kentang dapat menyebabkan masalah pada ginjal Anda.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam American Journal of Nephrology menemukan bahwa di antara 36.359 subjek yang diteliti, individu dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir yang memiliki kadar kalium serum lebih tinggi lebih mungkin meninggal dibandingkan mereka yang memiliki kadar kalium lebih rendah.

Sekali lagi, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini hanya melibatkan pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir. Jadi bagi individu sehat, tidak perlu khawatir dengan asupan kentang Anda.

5. Makanan gurih

Makanan gurih seperti keripik tidak hanya buruk untuk lingkar pinggang Anda, tetapi juga dapat merusak ginjal Anda. Makalah 2018 diterbitkan di jurnal Penelitian Ginjal dan Tekanan Darah menemukan bahwa di antara 12.126 subjek penelitian, partisipan dengan asupan garam lebih tinggi, 29 persen lebih mungkin mengalami gangguan ginjal.

Penelitian ini dilakukan pada sampel populasi umum, sehingga hal ini harus menjadi perhatian semua orang.

6. Soda

Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Nephrology menemukan bahwa di antara 2.382 pasien dewasa yang diteliti, mereka yang mengonsumsi lebih dari empat gelas minuman rasa gula termasuk soda setiap minggu secara signifikan lebih mungkin mengembangkan penyakit ginjal kronis.




Source