Enam Produk Yang Dibina Menjadi Unggulan Purbalingga

    REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah fokus mengembangkan enam produk dari daerahnya menjadi produk unggulan. Keenam produk tersebut terdiri dari produk berbahan nanas, makaroni, blangkon Soedirman, sapu glagah, batik, dan kopi.

    “Saat ini kami sedang melakukan pembinaan intensif terhadap pengrajin produk tersebut, dan juga mempersiapkan branding,” jelas Kepala Dekranasda Kabupaten Purbalingga, Rizal Diansyah.

    Ia mengatakan, produk tersebut layak menjadi produk unggulan Purbalingga, karena memenuhi empat kriteria. Antara lain bisa menjadi ikon karena daerah lain belum memilikinya, ketersediaan bahan baku yang melimpah, sumber daya manusia (SDM), dan kapasitas produksi yang memadai.

    “Ibarat produk pangan berbahan nanas, kami menjadikan produk ini produk unggulan karena bahan bakunya melimpah dan pengrajin yang memproduksinya cukup banyak,” terangnya.

    Senada dengan produk makaroni, Rizal yang merupakan suami Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan produk makaroni asal Purbalingga sudah banyak dijual di toko-toko modern.

    Sedangkan produk blangkon Soedirman, menurut Rizal, mengacu pada blangkon yang dikenakan Jenderal Soedirman. Dalam berbagai diorama dan penggambaran visual Jenderal Soedirman selalu ditampilkan sosok Jenderal Soedirman yang mengenakan blangkon.

    Jenderal Soedirman lahir di Purbalingga. Sedangkan blangkon merupakan salah satu produk hasil produksi pengrajin asal Purbalingga. Oleh karena itu, blangkon Sudirman ini layak kami jadikan sebagai produk unggulan Purbalingga, ” terangnya.

    Begitu juga dengan produk lain seperti sapu glagah, batik, dan kopi dari Purbalingga. Menurutnya, semua produk tersebut memiliki keunikan tersendiri sebagai produk asal Purbalingga. “Dekranasda akan menjadi wadah bagi pengrajin untuk melindungi produk yang ada di Purbalingga agar bisa menjadi produk unggulan,” ucapnya.


    Source