Erdogan: Pensiunan Laksamana Melakukan Upaya Buruk

    Pernyataan laksamana itu dianggap mengarah pada kudeta dan mengancam konstitusi.

    REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pernyataan bersama baru-baru ini oleh pensiunan laksamana tidak dapat diterima. Menurut dia, komentar mantan prajurit itu adalah upaya jahat.

    “Mengubah masalah yang bisa diselesaikan dalam demokrasi dan supremasi hukum menjadi dalih ‘deklarasi kudeta’ bukanlah demonstrasi kesetiaan konstitusional kepada otoritas politik, tetapi ancaman yang jelas terhadap konstitusi,” kata Erdogan setelah bertemu dengan para pejabat tinggi di Kompleks Kepresidenan seperti dikutip di halaman. Hurriyet Daily News, Selasa (6/4).

    Dia mengatakan deklarasi pensiunan laksamana tidak bisa dilihat sebagai pelaksanaan kebebasan berekspresi. “Bukan tugas seorang pensiunan laksamana untuk berkumpul dan mengeluarkan deklarasi yang berisi instruksi untuk kudeta dalam debat politik,” katanya.

    Presiden Erdogan juga mengatakan bahwa Turki tetap berkomitmen pada Konvensi Montreux di selatnya dan menyadari manfaatnya. Pertemuan Erdogan dengan para pejabat diadakan untuk membahas pernyataan kontroversial para pensiunan Laksamana Turki yang meminta pemerintah untuk tidak membuka Konvensi Montreux untuk diperdebatkan.

    Komentar pensiunan itu membuat banyak orang menuduh mantan perwira itu merencanakan kudeta terhadap pemerintah. Erdogan menyebut pernyataan mantan tentara itu sebagai tindakan klandestin dan upaya jahat.

    Dia menegaskan, tidak ada pensiunan pejabat publik yang berhak menggunakan pernyataan itu secara kolektif. “Kebebasan berbicara tidak dapat mencakup hukuman yang mengancam pemerintah terpilih dengan kudeta,” kata Presiden Erdogan.

    “Metode penyelesaian masalah melalui hukum dan demokrasi digunakan sebagai alasan atas pernyataan yang mengisyaratkan kudeta merupakan ancaman nyata bagi konstitusi,” imbuhnya.

    Erdogan mengatakan konvensi 1936 dicapai setelah negosiasi yang panjang. Kontrol selat dialihkan ke Turki, bukan ke komisi internasional dengan banyak batasan.

    Menekankan bahwa konvensi itu adalah langkah maju bagi Turki mengingat konteks historisnya, Erdogan mengatakan negara itu akan berpegang pada perjanjian sampai menemukan peluang untuk kesepakatan yang lebih baik. Namun dia juga menunjuk masalah seperti navigasi yang aman dan waktu yang hilang akibat lalu lintas padat di selat.




    Source