Erick Thohir Apresiasi Hasil Inovasi Alumni ITS

    Erick Thohir mengatakan, pengembangan inovasi ITS sejalan dengan hilirisasi BUMN.

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi sejumlah inovasi yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Erick saat menghadiri peluncuran struktur inisiatif usaha ocean farm dan R5 ratoon rice dari Ikatan Alumni ITS di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/12).

    Erick mendorong inovasi nasi ratun R5 dikolaborasikan dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang merupakan induk dari klaster BUMN pangan.

    “Saya sangat mendorong anak muda Indonesia untuk berinovasi,” kata Erick saat orasi ilmiah bertajuk “Peranan BUMN Dalam Hilirisasi Hasil Inovasi Teknologi” di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/11). /12).

    Erick mengatakan, pengembangan inovasi ITS juga sejalan dengan langkah hilirisasi yang dilakukan BUMN. Erick berharap pertemuan BUMN dengan ITS ini bisa menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dalam hal inovasi. Erick menilai kerja sama dan gotong royong menjadi kunci bagi Indonesia untuk mampu bersaing dengan negara lain.

    “Sebelumnya Rektor berbicara tentang mobil listrik, pemerintah sudah memiliki program mobil listrik sejak tahun 2013 yang dibagi ke berbagai perguruan tinggi, tetapi tidak kompak. Itu masalah kita, jadi sudah dibagi terus sejak zaman Belanda.

    Erick tidak ingin sumber daya alam (SDA) Indonesia berupa nikel menjadi pertumbuhan industri kendaraan listrik negara lain. Oleh karena itu, Erick membentuk Indonesia Battery Corporation yang terdiri dari BUMN energi dan pertambangan.

    “Kalau ekosistemnya tidak nyambung, keputusannya setengah-setengah, akhirnya kita jadi pasar lagi, SDA kita dikirim lagi. Itu komitmen luar biasa presiden, SDA harus di hilir. Presiden akan berbicara tentang digitalisasi ekonomi, harus dihilirisasi, bukan hanya pasar lagi,” kata Eric.

    Erick pun mengaku akan terus memperbaiki kondisi BUMN yang merupakan sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia. Erick mengatakan, dari 108 BUMN yang memberikan dividen kepada negara, hanya 11 BUMN. Bahkan saat Erick dikonsolidasikan menjadi 41 BUMN, kontribusi dividen masih berasal dari 11 BUMN.

    Artinya BUMN itu bukan hanya banyak, tapi yang penting kita punya BUMN sehat yang harus kita jaga. BUMN itu lokomotif kita, tidak hanya di korporasi tapi juga di pelayanan publik, lanjut Erick.

    Erick menyatakan, negara saat ini memberikan pemasukan karena tekanan pandemi. Karena itu, Erick meminta BUMN berkontribusi lebih maksimal dalam dividen ke negara.

    “Alhamdulillah saat krisis masih kita sumbangkan Rp 377 triliun. Laba bersihnya baru Rp 13 triliun, tahun ini belum berakhir, sudah Rp 61 triliun. Eric.

    Ketua Umum Ikatan Alumni ITS Sutopo Kristanto menyampaikan terima kasih atas dukungan Erick dalam mensukseskan bisnis hilir serta hasil riset dan inovasi alumni ITS. Sutopo mengatakan beras ratun R5 telah diujicobakan di Jawa Timur dan Karawang dengan hasil yang baik.

    “Dari hasil uji coba, kami berhasil meningkatkan panen hingga 30 persen, mempersingkat waktu panen menjadi 60 hari, dan meningkatkan produktivitas benih sehingga bisa dipanen hingga empat kali lipat,” kata Sutopo.



    https://www.republika.co.id/berita/r3y6ht430/erick-thohir-apresiasi-hasil-inovasi-alumni-its