Erick Thohir: Indonesia Akan Menjadi Pusat Halal Dunia

    Impian Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia bisa terwujud

    REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP – Impian Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia dapat segera terwujud. Indonesia memiliki modal yang cukup besar untuk mewujudkan harapan sebagai pusat ekonomi halal dunia di masa depan.

    Ketua Masyarakat Ekonomi Islam (MES) Erick Thohir – yang juga Menteri BUMN (BUMN) – mengatakan, selama menjabat sebagai Ketua MES, ada empat program unggulan yang harus dilaksanakan.

    Indonesia memiliki modal atau potensi yang sangat kuat untuk menjadi pusat halal dunia. “Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, salah jika kita tidak bisa menjadi pusat halal dunia,” kata Erick Thohir di Kabupaten Cilacap, Minggu (11/4).

    Dalam memproduksi makanan halal, Indonesia saat ini kalah dengan Brazil yang mayoritas warganya bukan muslim. Brazil telah menjadi negara nomor satu dalam produksi makanan halal. Untuk itu, Thohir bertekad menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal di dalam dan luar negeri

    Selain menjadi halal center dunia, kata Erick, program unggulan kedua MES adalah mengembangkan industri keuangan syariah nasional. Hal ini juga terkait dengan penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

    Sebelumnya, kata Erick, Indonesia belum memiliki lembaga keuangan syariah yang kuat. “Namun, sebagai Menteri BUMN dan dengan dukungan semua pihak, kami sekarang memiliki bank syariah yang sangat besar bernama Bank Syariah Indonesia (BSI).”

    Saat ini, BSI bahkan masuk dalam 10 besar bank nasional, yaitu di posisi ke-7.

    Upaya pengembangan lembaga keuangan syariah yang dilakukan oleh MES akan terus dilakukan. BSI tidak berhenti sampai di sini, tetapi juga akan mendorong produk keuangan syariah lainnya untuk berkembang.

    Potensi industri halal Indonesia per tahun diperkirakan lebih dari Rp. 3.000 triliun. Pada 2020, nilai industri halal Indonesia mencapai 3 miliar dollar AS. Sedangkan nilai industri halal global per tahun sebesar Rp. 30 ribu triliun.




    Source