Erick Thohir Kunjungi Pertashop Pertama di Kabupaten Blora

    Pertashop menciptakan lapangan kerja secara langsung.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertamina terus berkomitmen untuk menyediakan energi berkualitas secara merata di seluruh tanah air. Komitmen ini diwujudkan melalui Pertashop yang merupakan distributor BBM, LPG, dan produk Pertamina lainnya yang resmi dan hadir dalam skala kecil, terutama bagi masyarakat pedesaan yang belum memiliki SPBU.

    Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengunjungi Pertashop di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora saat melakukan kunjungan kerja, Minggu (22/8).

    Pertashop Kapuan No. 4P.58304 yang terletak sekitar 200 meter dari Bandara Ngloram ini merupakan Pertashop pertama yang beroperasi di Blora. Hingga saat ini, titik ini mampu menyalurkan rata-rata 400 liter BBM per hari bagi warga yang umumnya berprofesi sebagai petani dan pedagang di Desa Kapuan.

    Erick mengatakan Pertamina menargetkan pembangunan Pertashop dalam tiga tahun ke depan sebanyak 10 ribu titik. Untuk memfasilitasi pencapaian tersebut, Pertamina bekerja sama dengan pondok pesantren dan pengusaha daerah.

    “Kita membangun ekonomi yang seimbang. Dengan 10 ribu Pertashop ini, masing-masing tiga pekerja, berarti ada 30 ribu pekerja yang diciptakan langsung,” kata Erick.

    Kepala Desa Kapuan Hariyono menyambut baik kehadiran Pertashop. Sejak adanya Pertashop, warga di desa tersebut merasa terbantu. “Dulu kami harus mengisi bahan bakar dengan jarak 5-7 km, sekarang tidak sejauh itu,” kata Hariyono.

    Pj Senior Vice President Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, setidaknya ada 2.901 Pertashop yang tersebar di seluruh Indonesia dan siap beroperasi untuk menyalurkan energi. Di Wilayah Jawa Tengah, terdapat 443 Pertashop yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Ia menyampaikan, kehadiran Pertashop yang lebih dekat dengan masyarakat dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Masyarakat di pedesaan yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, nelayan, pedagang dan lainnya kini tidak perlu jauh-jauh ke luar desa untuk mengisi bahan bakar di SPBU.

    “Kualitas dan harga BBM yang dihadirkan di Pertshop dijamin setara dengan SPBU,” kata Fajriyah.

    Fajriyah menambahkan, Pertamina telah melaksanakan program One Village One Outlet (OVOO), di mana setiap desa atau kelurahan akan memiliki minimal satu distributor BBM dan LPG.

    “Kami telah membuka peluang investasi bagi pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop yang tentunya memiliki nilai investasi lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” kata Fajriyah.



    https://www.republika.co.id/berita/qy8uq9457/erick-thohir-kunjungi-pertashop-pertama-di-kabupaten-blora