Evaluasi 2017, BNN KSB Masih Terfokus Pada Rehabilitasi

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), AKBP Jolmadi SPd, menegaskan pada tahun 2017, pihaknya masih memfokuskan diri pada program rehabilitasi (Rawat Jalan).
Karena keterbatasan personil, ia mengakui pihaknya belum bisa fokus melaksanakan program pemberantasan sebagaimana di wilayah lainnya. “Untuk memenuhi itu semua, pastinya BNN KSB harus didukung dengan ketersediaan petugas Penyidik dari unsur Kepolisian. Masalah ini sudah kita usulkan ke Polda NTB, untuk pemenuhan namun belum mendapat jawaban,” ungkap AKBP Jolmadi, pada Agenda Press Realise akhir tahun 2017, belum lama ini.
Mengenai data klien yang menjalani rehabilitasi di Klinik Pratama BNN KSB, selama periode Januari-Desember, sebut AKBP Jolmadi, totalnya sebanyak 27 orang. Angka rehabilitasi ini terjadi sepanjang Januari-November 2017.
Mereka merupakan klien rehabilitasi rawat jalan.
Sementara klien yang masih dalam proses rehabilitasi rawat jalan (sukarela) sebanyak 1 orang. Ada juga klien yang menjalani rehabilitasi melalui proses hukum (TAT) sebanyak 10 orang (hanya assessment medis saja). Sedangkan klien yang selesai program rawat jalan (sukarela) sebanyak 14 orang. “Klien yang drop out ada 2 orang. Kalau klien yang selesai proses rawat jalan mengikuti kegiatan pasca rehab sebanyak 1 orang (pelatihan vokasional di BLK Poto Tano),” terangnya.
Lebih lanjut AKBP Jolmadi, mengatakan terhadap minta masyarakat yang ingin memperoleh layanan pada lembaga rehabulitasi milik instansi pemerintah, dinilainya maish rendah. Begitu juga dengan anggota tim Assessment hukum (kejaksaan dan BAPAS) di luar KSB.
Lembaga Rehabilitasi komponen masyarakat di KSB, belum memenuhi persyaratan Perka BNN No. 17 Tahun 2016, tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehab medis dan lembaga rehab sosial bagi pecandu dan korban penggunaan narkotika.
Guna mendukung pelaksanaan program rehabilitasi tersebut, lanjut Jolmadi, di KSB telah tersedia lembaga rehabilitasi instansi pemerintah selain Klinik Pratama BNNK Sumbawa Barat. Layanan rehabilitasi rawat jalan pun di laksanakan di RSUD Asy Syifa KSB, Puskesmas Maluk serta Puskesmas Poto Tano.
Ia berharap kepada masyarakat untuk bisa maksimal memanfaatkan ketersediaan lembaga tersebut, karena tanpa dipungut biaya alias gratis, dan merupakan program pemerintah dalam rangka memberantas dan mencegah penyalahgunaan peredaran obat obatan terlarang (Narkoba). “Selama tahun 2017, belum ada pecandu yang dirujuk ke luar daerah untuk menjalani Rehabilitasi rawat inap seperti Lido Bogor,” demikian AKBP Jolmadi.