Festival Pesona Gerbang Barat Berlangsung Meriah N. Bupati Klarifikasi Soal “Kopi Tokek” dan “Siong Sira Lepang”

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kegiatan Festival Pesona Gerbang Barat, yang berlangsung di Pantai Desa Labuhan Mapin Kecamatn Alas Barat berlangsung meriah.
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc ditandai dengan pemukulan Gong pada Sabtu (21/10) Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Anggota Forkopimda, Pimpinan OPD, para Camat dan Kepala Desa, Toga Toma.
Camat Alas Barat H. Junaidi, S.Pt dalam laporannya, menyampaikan bahwa dalam kegiatan Festival Gerbang Barat tersebut menyuguhkan beberapa atraksi seni, budaya dan kearifan lokal lainnya untuk dijadikan produk wisata unggulan Kabupaten Sumbawa khususnya Kecamatan Alas Barat.
Sementara itu Bupati Sumbawa H Husni Djibril, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival yang dilaksanakan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk membina dan melestarikan budaya daerah, di tengah derasnya arus globalisasi. Sebab betapa pentingnya kebudayaan dalam memperkokoh identitas sebagai Tau Samawa, karena krisis identitas telah menyebabkan sebagian besar generasi muda mudah mengekor kepada budaya asing yang menyebabkan kehilangan martabat dan kharisma sebagai masyarakat yang beradab.
H Husni –sapaan Bupati Sumbawa, juga menyampaikan bahwa seakan-akan kehilangan keunikan dan nilai-nilai kearifan lokal. Dan hal tersebut katanya, tidak dapat ditampikkan manakala sebuah acara di Televisi Nasional pada beberapa waktu lalu yang menampilkan wajah Sumbawa yang tidak lazim, dimana pada acara tersebut (Jejak Petualang) ditampilkan makanan atau kuliner yang seolah-olah itu merupakan makanan khas Sumbawa (Kopi Tokek dan Siong Sira Lepang), dan diperankan oleh sekelompok oknum masyarakat Sumbawa yang dulunya pernah tinggal di Korea sebagai TKI, dan merupakan kebiasaan yang bersangkutan saja mengkonsumsi makanan tersebut. “Tayangan tersebut menjadi viral karena yang ditampilkan merupakan sesuatu yang tidak wajar bagi kita Tau Samawa,” ujarnya.
Tentu hal ini kata H Husni, tidak lepas dari pola pikir yang dipengaruhi oleh budaya luar/asing, yang kadang tidak sejalan dengan kultur budaya orang Sumbawa, budaya Samawa. Perlu diingat kata H Husni, bahwa kultur budaya Tau Samawa sangat kental dengan nilai-nilai religius, yaitu “Adat Barenti Ko Sara’, Sara’ Barenti Ko Kitabullah” dan memiliki falsafah “Taket Ko Nene, Kangila Boat Senge”. Sehingga nilai-nilai keislaman yang tersirat didalamnya menjadi pedoman dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat Sumbawa.
Untuk itu, melalui kegiatan festival tersebut Bupati kembali mengingatkan untuk secara bersama-sama memelihara dan mempertahankan jatidiri sebagai Tau Samawa. Salah satu di antaranya adalah dengan merevitalisasi kembali beragam kekayaan budaya Sumbawa melalui rangkaian kegiatan yang terangkum dalam Festival Pesona Gerbang Barat, sehingga generasi muda mengenal dengan baik budaya daerahnya sendiri.
Di akhir sambutannya Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para seniman dan budayawan, sahabat serta segenap masyarakat Kecamatan Alas Barat dan sekitarnya atas terselenggaranya festival tersebut. Bupati berharap dengan adanya Fertival pesona Gerbang Barat tersebut dapat mempertahankan dan mengembangkan kesenian dan budaya samawa tidak hanya dapat memelihara dan melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa daerah ini menjadi lebih maju, Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB Nurdin Ranggabarani menyampaikan bahwa berbagai kegiatan yang sudah digelar dan sudah direncanakan dapat diteruskan di tahun-tahun yang akan datang sebagai agenda tetap.
“Saya melihat, di sepanjang kepemimpinan Bupati Sumbawa, euforio dan semangat rekan-rekan kita, untuk membangkitkan budaya daerah kecamatannya masing-masing, kini sedang bergelora, sambutan ini sebagai wujud keingin ikut sertanya masyarakat kita mengisi berbagai celah yang bisa mereka lakukan,” lanjut Nurdin.
Nurdin menyampaikan bahwa dukungan dari Pemerintah dan DPRD sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan melakukan kegiatan yaitu minimnya petunjuk arah dibeberapa tempat yang menuju ke lokasi wisata. Oleh karena itu, Nurdin berharap bahwa di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa mulai pada tahun ini pemerintah dapat menganggarkan petunjuk arah ke tempat-tempat destinasi wisata yang ingin dijual kepada masyarakat luar.
Nurdin berharap melalui kegiatan tersebut selain untuk dapat memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada, juga disertai dengan perbaikan-perbaikan infrastruktur ke arah tempat-tempat yang ingin dijual.