FIA Akan Tinjau Aturan Poin di F1

    GP Belgia akhir pekan lalu adalah balapan terpendek dalam sejarah F1

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Federasi Otomotif Internasional FIA pada Selasa (31/8) mengumumkan rencana peninjauan kembali perolehan poin menyusul hasil GP Belgia, di mana para pebalap hanya memperoleh setengah poin setelah finis dua lap di belakang. mobil keselamatan.

    Balapan yang diguyur hujan di Sirkuit Spa-Francorchamps itu menjadi balapan keenam dalam sejarah F1 yang memberikan separuh poin kepada para pembalap.

    Peraturan menetapkan bahwa ini bisa terjadi jika pemimpin balapan menyelesaikan lebih dari dua putaran tetapi kurang dari 75 persen dari jarak balapan asli.

    Presiden FIA Jean Todt lewat Indonesia mengkonfirmasi aturan sedang ditinjau. “FIA, bersama Formula 1 dan tim, akan meninjau regulasi dengan cermat untuk melihat apa yang bisa kami pelajari dan tingkatkan di masa depan,” kata Todt.

    “Temuan, termasuk topik alokasi poin, akan ditambahkan ke agenda pada pertemuan Komisi F1 berikutnya pada 5 Oktober.”

    Todt mengatakan balapan telah menghadapi “tantangan luar biasa” dan sebuah jendela untuk memprediksi cuaca yang akan datang.

    Dia juga meminta maaf kepada penonton yang telah menunggu berjam-jam di tengah hujan, cuaca dingin dan berangin, tetapi mengatakan peraturan telah diikuti dengan benar.

    GP Belgia akhir pekan lalu adalah balapan terpendek dalam sejarah F1, dan pebalap Red Bull Max Verstappen dinyatakan sebagai juara dan mengambil 12,5 poin untuk memangkas defisit delapan poin Lewis Hamilton menjadi hanya tiga poin. Reuters.

    Sejumlah tim dan pembalap mempertanyakan keputusan pemberian poin saat balapan sebenarnya belum bisa dikatakan berjalan.

    “Hasil ini menyakitkan kita semua, tapi terutama bagi para penggemar olahraga ini, yang tidak mendapatkan penampilan yang diinginkan ketika sampai di sana,” kata tim Alfa Romeo yang kini berada di peringkat sembilan klasemen konstruktor, 17 poin. di belakang Williams yang membawa pulang. 10 poin berkat George Russell sebagai runner-up di Belgia dan Nicholas Latifi di urutan kesembilan.

    “Kami berharap ini adalah pelajaran … pelajaran yang akan meningkatkan cara kami beroperasi di masa depan dan pelajaran yang menempatkan pendukung olahraga kami pada posisi yang layak mereka dapatkan.”

    sumber: antara/reuters



    https://www.republika.co.id/berita/qyqbcr480/fia-akan-meninjau-ulang-peraturan-poin-di-f1