FIFA dan UEFA dinilai tidak selangka membenahi rasisme

Perbedaan tersebut bermula dari dampak yang dirasakan langsung oleh UEFA atau FIFA.

REPUBLIKA.CO.ID, LEEDS – Striker Leeds United, Patrick Bamford, melontarkan sindiran keras terhadap Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Menurut penyerang asal Inggris itu, kedua otoritas sepak bola itu tampak begitu garang saat menangani polemik Liga Super Eropa.

Namun, keganasan UEFA dan FIFA tidak terlihat ketika mereka diharapkan mampu menyelesaikan masalah lain di pentas sepak bola, terutama isu rasisme. Bamford juga menyindir bahwa perbedaan ini bermula dari dampak langsung yang ditimbulkan UEFA atau FIFA terhadap kedua masalah tersebut.

“ Sungguh luar biasa melihat skala pergolakan dalam game ini yang telah menyinggung kantong seseorang. Sayangnya sangat memalukan, keributan yang sama tidak bisa dihadirkan pada masalah lain yang selalu terjadi sepanjang waktu, seperti masalah rasisme, ” kata Bamford seperti dikutip Antara. Sky Sports, Selasa (20/4).

UEFA dan FIFA dinilai tidak akan memberikan sanksi tegas dan berdampak jera bagi pihak yang kedapatan melakukan tindakan berbasis rasisme di sebuah pertandingan sepak bola. Salah satu hukuman terberat adalah larangan bermain untuk pemain atau tidak dihadiri oleh penonton tim saat memainkan pertandingan tandang.

Sementara itu, UEFA dan FIFA langsung menyiapkan sanksi keras bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pembentukan Liga Super Eropa. UEFA mengancam tidak akan mengizinkan 12 klub pendiri ESL mengikuti kompetisi domestik dan semua kompetisi di bawah naungan UEFA.

Selain itu, UEFA juga mendapat dukungan dari FIFA agar tidak membolehkan pemain peserta ESL untuk memperkuat timnas masing-masing di pertandingan internasional, termasuk di Piala Eropa dan Piala Dunia. Bamford pun mengungkapkan penolakannya terhadap ESL.

Menurut penyerang berusia 27 tahun itu, belum ada satupun penggemar sepak bola yang merespon positif bergulirnya ESL tersebut. Padahal, tanpa kehadiran dan dukungan suporter, sepak bola bukanlah apa-apa.

“ Para pemain seperti penggemar. Kami tidak percaya pada rencana ESL. Sepak bola adalah tentang penggemar. Tanpa penggemar, sepak bola bukanlah apa-apa. Oleh karena itu, sangat penting untuk menunjukkan sikap kita. Sepak bola adalah untuk para penggemar, ” kata Bamford.




Source