Firli Bahuri Ungkap 2 Penyidik ​​Polisi yang Dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi selama kepemimpinannya

    TRIBUNNEWS.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan pihaknya telah menindak tegas dua penyidik ​​dari kepolisian.

    Pernyataan Firli itu dikeluarkan saat menyebut penyidik ​​dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) sebagai salah satu tersangka kasus dugaan suap dalam penanganan kasus Wali Kota Tanjungbalai.

    “Selama kita menjadi pimpinan KPK, setidaknya dua anggota Polri sudah ditindak tegas oleh KPK,” kata Firli dalam jumpa pers, dikutip dari KPK YouTube, Kamis (22/4/2021).

    Penyidik ​​pertama adalah tersangka YAN dalam kasus dugaan korupsi di Bakamla.

    Baca juga: KPK: Azis Syamsuddin Minta Penyidik ​​KPK Membantu Penanganan Kasus Syahrial

    Baca juga: KPK Panggil Azis Syamsuddin Minta Penyidik ​​Membantu Tangani Kasus Syahrial

    “Yang pertama adalah adik YAN terkait kasus Bakamla beberapa waktu lalu yang kini sudah masuk persidangan.”

    “Dan ini yang kedua. Jadi, kami tegaskan tidak pernah ada keraguan kepada KPK, KPK tetap berkomitmen nol toleransi terhadap penyimpangan,” kata Firli.

    Selain itu, Firli juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas dugaan suap yang dilakukan penyidiknya.

    Suap ini diduga diberikan agar kasus korupsi Wali Kota Tanjungbalai tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan KPK.

    KPK meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas dugaan diterimanya hadiah atau janji yang diberikan oleh oknum penyidik ​​KPK, katanya.

    Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). KPK menetapkan penyidik ​​KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji pejabat negara terkait penanganan kasus Wali Kota Tanjung Balai periode 2020-2021. (TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN)

    Baca juga: Penyidik ​​KPK Diduga Diperas, Polri Tunggu Hasil Pemeriksaan KPK Terkait Pemberhentian AKP Stepanus Robin

    Baca juga: Terganggu Skandal Korupsi, Politisi Gerindra: KPK Harus Dibubarkan, Jadi Sarang Anaconda

    Selain penyelesaian hukum pidana, Firli melaporkan Stepanus ke Dewan Pengawas KPK.




    Source