FKWKT dan HTI Siap Dukung Program Bela Negara

Terkait Perang Proxi
Taliwang, Gaung NTB
Forum Komunikasi Wartawan Kemutar Telu (FKWKT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Hizbuttahrir Indonesia (HTI) bertemu dan bersepakat mendukung program bela negara yang dicanangkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah arahan Presiden, Joko Widodo.

Organisasi perkumpulan Jurnalis di Sumbawa Barat dan organisasi masyarakat berbasis Syiar Islam tersebut, menilai kondisi negara kini dalam keadaan darurat. Perang terhadap paham kapitalisme dan liberalisasi budaya dan sosial mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Perang proxi atau propaganda asing terhadap bangsa sendiri menghancurkan nilai-nilai ke Bhinekaan, agama dan syariat Islam. Maka itu, kami mendukung dan bekerjasama dengan FKWKT guna menangkal paham tersebut,” kata Ketua HTI Sumbawa Barat, Erwin Ansori, disela-sela berbicara dengan pengurus FKWKT, kemarin.

Sebagai organisasi dakwah, Hizbuttahrir merasa perlu bekerjasama dengan media massa terutama kalangan jurnalis untuk mensosialisasikan kegiatan dan ideologi Islam dalam kerangka negara Indonesia. Nilai nilai Islam sesungguhnya seiring dan sejalan dengan makna Pancasila. “Saya sepakat, ormas Islam bersatu dan bekerjasama dengan aparat negara berkoalisi dengan media massa untuk menguasi dan membentuk informasi yang mempertahnkan nilai nilai agama,” akunya.

Sementara itu, Ketua FKWKT Sumbawa Barat, Andy Saputra menegaskan, FKWKT siap menggandeng dan bekerjasama dengan Hizbuttahrir untuk menperluas syiar dan kajian Islam. Maka itu, ia telah berbicara dan berpsekat dengan internal media yang tergabung dalam FKWKT, untuk memberi ruang yang cukup bagi penyebar luasan opini dan kajian syiar Islam. “Perang Proxi ini merupakan perang kekuatan propaganda opini dunia. Negara, ulama dan ormas Islam harus mengusai kekuatan media sesuai dengan prinsip kebebasan pers dan pengembangan nilai nilai kebangsaan yang benar. Harus kita mulai dari hal yang kecil di Sumbawa Barat,” tandasnya.

Program bela negara menurut Andy, harus segera didengungkan. Tertanam dalam diri setiap anak bangsa, agar dasar dasar dan prinsip hidup bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Sesuai adat istiadat, norma sosial dan agama yang berlaku. “Penyebarluasan opini buruk, fitnah, hujat menghujat serta menyebarluaskan informasi yang terlalu mendukung kepentingan koporasi dan asing sama saja bentuk penjajahan gaya baru,’’ demikian Andy Saputra.