Gagal Mencegah Covid-19, Pejabat Partai Komunis China Dipecat

    China melaporkan 24 kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi untuk 7 April

    REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Pejabat tinggi Partai Komunis sebuah kota di provinsi Yunnan barat daya China telah dicopot dari jabatannya. Keputusan tersebut merupakan akibat dari kelalaian serius karena gagal mencegah wabah Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir.

    Pemerintah Yunnan mengatakan Kamis bahwa tiga wabah Covid-19 terpisah terjadi selama periode setengah tahun di kota Ruili, yang berbatasan dengan Myanmar, di bawah pengawasan ketua partai kota, Gong Yunzun. Wabah tersebut sangat mempengaruhi upaya pencegahan epidemi di Yunnan dan China.

    “Dan merusak pembangunan ekonomi dan sosial provinsi,” kata pernyataan yang menekankan pemecatan Gong harus menjadi peringatan.

    Berita pemecatan itu datang ketika China melaporkan 24 kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi untuk 7 April, termasuk 11 infeksi menular lokal yang dilaporkan di Yunnan, menggandakan total yang dilaporkan sehari sebelumnya. Ruili telah memberlakukan karantina rumah, meluncurkan pengujian massal dan mulai vaksinasi dalam upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit lebih lanjut.

    Kota ini merupakan titik transit utama bagi Yunnan yang telah berjuang untuk memantau perbatasan berbatu sepanjang 4.000 km dengan Laos, Myanmar dan Vietnam untuk imigrasi ilegal. Wilayah itu menjadi titik gelombang penyeberangan ilegal tahun lalu oleh orang-orang yang mencari perlindungan di China dari pandemi.

    Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di daratan Cina hingga saat ini mencapai 90.365. Sementara itu, jumlah kematian tidak berubah di 4.636.

    sumber: Reuters




    Source