Gajah Sumatera di Bengkulu semakin terdesak akibat pembalakan liar

Populasi gajah Sumatera di bentang alam Seblat hanya 50 individu.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU – Tim Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) menyatakan habitat gajah Sumatera di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu semakin tertekan. Ini karena pembalakan liar dan konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Koordinator FKGI Bengkulu Ali Akbar, di Bengkulu, Senin (12/4) mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan selama tiga hari di kawasan Hutan Produksi (HP) Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu yang merupakan bagian dari Koridor Gajah Kalimantan. Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). di Seblat. Hasilnya, tim menemukan puluhan kubik kayu gelondongan yang tidak diketahui pemiliknya, serta ratusan hektar hutan yang telah ditebang menjadi areal kebun, bahkan ada yang sudah ditanami sawit.

“Hari pertama kami masuk ke dalam kawasan HP Air Rami, ada gubuk perambahan hutan yang masih berdiri tegak, namun saat kami kembali gubuk biru beratap plastik sudah roboh dan ditemukan kotoran gajah masih basah,” kata Ali.

Menurutnya, kelompok gajah liar diperkirakan berjumlah tiga, dan saat ini kemungkinan masih berada di kawasan HP Air Rami. Tim juga mencatat, jumlah gubuk di lahan liar di kawasan HP Air Rami sekitar 12 gubuk, dan pembukaan lahan yang sebelumnya sudah ditebang kayu sudah mencapai 12 titik dengan total luas sekitar 300 hektare. .

HP Air Rami memiliki luas 14.010,04 hektar yang meliputi dua wilayah di Provinsi Bengkulu, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko.

Sebagian kawasan ini telah memiliki Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) oleh PT Anugrah Pratama Inspirasi (API) dan bersebelahan dengan areal perkebunan kelapa sawit milik PT Alno Agro Utama dan Taman Wisata Alam (TWA) Seblat yang menjadi kuncinya. habitat gajah sumatera di wilayah Bengkulu. .

Ali menambahkan, tim menemukan dugaan mafia kawasan hutan dengan beberapa pelaku yang sudah dipetakan. Menurut Ali, jika dibiarkan, koridor gajah di Air Rami akan hilang sehingga pemangku kawasan perlu mengambil langkah tegas karena masih terjadinya illegal logging.

Ali meminta seluruh pengambil kebijakan di kawasan ini bekerja sama untuk menyelamatkan habitat gajah sumatera yang kini terancam punah akibat hilangnya habitat.

Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan akan memutuskan jalan mana yang akan menjadi akses utama ke kawasan HP Air Rami. Penghentian tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari arahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu untuk menyelamatkan kawasan hutan yang menjadi koridor gajah Sumatera.

Karena mendesak dan menjadi koridor gajah maka DLHK Bengkulu memerintahkan KPHP Mukomuko untuk memutus akses utama ke kawasan itu, kata M Rizon Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kabupaten Mukomuko.

Data dari Forum Pengelolaan Kolaborasi KEE Koridor Gajah Seblat Sumatera di Bentang Alam Seblat, Provinsi Bengkulu, menyebutkan hanya terdapat 50 ekor gajah Sumatera di kawasan Bentang Alam Seblat. Penetapan kawasan bentang alam Seblat sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) disebut-sebut menjadi harapan terakhir bagi pelestarian gajah Sumatera di tengah terus menyempitnya habitat gajah.

KEE ini meliputi kawasan hutan produksi Air Rami, hutan produksi terbatas Lebong Kandis, Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, dan sebagian dari konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan dan hak guna lahan untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 40.220,81 hektar. .

KEE ini resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Forum Kerja Sama Pengelolaan KEE pada Desember 2019 yang dibentuk melalui Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor 4 Tahun 2017.

Peluncuran KEE ini merupakan titik awal dari rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dalam upaya pelestarian gajah Sumatera di Bengkulu.

sumber: Antara / Reuters




Source