Ganjil Genap di Tasikmalaya Lanjutan | Republika Online

    Ganjil genap dinilai efektif meredam pergerakan masyarakat Tasikmalaya.

    REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya masih menerapkan sistem ganjil genap untuk kendaraan yang akan melintasi kawasan pusat perbelanjaan Jalan KHZ Mustofa. Sistem ganjil genap diterapkan seiring dengan perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 3 di Kota Tasikmalaya hingga 16 Agustus.

    Kepala Seksi Operasi (Kabag Ops) Polres Tasikmalaya Kota Kompol Shohet mengatakan, sistem ganjil genap masih akan diterapkan hingga 16 Agustus mendatang, sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Irmdagri) tentang PPKM. . Sistem tersebut diterapkan untuk terus membatasi pergerakan orang ke pusat Kota Tasikamalaya.

    “Sejauh ini belum ada perubahan aturan,” ujarnya saat dikonfirmasi Republik, Jumat (13/8).

    Dia menjelaskan, aturan itu berlaku untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, sejak awal ada pengecualian untuk kendaraan tertentu, seperti untuk kendaraan hankam, polisi, kesehatan, penanggulangan bencana, dan ojek.

    Shohet menilai sejak aturan itu diberlakukan, keramaian di pusat kota Tasikmalaya cukup efektif diredam. Karena mal dan pusat perbelanjaan juga tidak boleh beroperasi 100 persen.

    “Sejauh ini cukup efektif,” katanya.

    Sebelumnya, Pj Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, sistem ganjil genap sangat positif untuk mengurangi keramaian di Jalan KHZ Mustofa. Oleh karena itu, peraturan tersebut seharusnya dilanjutkan selama PPKM.

    “Setelah ada ganjil genap, keramaian sangat berkurang. Tidak terlalu ramai. Parkir juga bisa diatur sedemikian rupa,” ujarnya.

    Ia optimistis jika masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya dapat lebih terkendali. Ia berharap Kota Tasikmalaya bisa turun ke level 2 pelaksana PPKM.

    “Kalau level 2, akan banyak kelonggaran,” katanya.

    Yusuf meminta maaf kepada masyarakat terkait pembatasan yang dilakukan selama PPKM. Dia meminta masyarakat untuk memahami bahwa peraturan itu untuk melindungi dari pandemi Covid-19.



    https://www.republika.co.id/berita/qxtnc4430/ganjilgenap-di-tasikmalaya-dilanjutkan