Garuda Indonesia Minta Maksimal Renegosiasi dengan Lessor

Negara juga harus membantu memastikan restrukturisasi Garuda Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Harian Serikat Pekerja (Sekarga) Garuda Tomy Tampatty meminta pihak internal perusahaan melakukan negosiasi ulang dengan penyewa dan kreditur secara maksimal. Hal itu tertuang dalam opsi penyelamatan Garuda Indonesia versi Sekretariat Bersama Pegawai Garuda.

“Ini (renegosiasi maksimal) karena melibatkan peralatan produksi atau pesawat,” kata Tomy, kemarin.

Tidak hanya itu, Tomy menegaskan, negara juga harus membantu memastikan segala upaya Garuda Indonesia. Khususnya dalam restrukturisasi dan negosiasi ulang dengan penyewa, kreditor, dan vendor.

Tomy mengatakan secara internal, Garuda Indonesia juga harus melakukan pembenahan internal. “Salah satunya mengevaluasi semua kontrak dengan vendor untuk tujuan efisiensi,” kata Tomy.

Ditambahkannya, Garuda Indonesia juga harus berupaya maksimal dalam mengelola potensi pendapatan. Terutama dari lini bisnis kargo, manajemen gudang kargo, penerbangan charter, akun perusahaan, dan pendapatan lainnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah tidak hanya menyiapkan empat opsi strategis untuk menyelamatkan Garuda. Erick mengatakan, saat ini manajemen Garuda juga terus melakukan renegosiasi dengan lessor.

“Ingat, ada dua kategori lessor, lessor yang terbukti bekerja sama dengan direksi Garuda yang melakukan tindak pidana korupsi, tetapi ada juga penyewa yang bagus. Ketika kita melakukan kerjasama tanpa umpan balik, tapi itupun dengan kondisi saat ini mahal, makanya kita renegosiasi,” kata Erick.

Erick mengaku bersyukur dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat mendukung kondisi Garuda saat ini. Erick mengatakan Indonesia memiliki pasar domestik yang besar untuk industri penerbangan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan negara lain, seperti Singapura dan UEA yang sangat bergantung pada pasar penerbangan internasional. “Alhamdulillah, Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga tidak mungkin orang pergi dari satu pulau ke pulau lain dengan kereta api. Pilihannya hanya dua, kapal atau penerbangan,” kata Erick.

Karena itu, Erick mengaku telah meminta manajemen Garuda untuk fokus pada pasar domestik ketimbang penerbangan internasional. Garuda, kata Erick, harus memperbaiki model bisnisnya pascapandemi ke depan.



https://www.republika.co.id/berita/qu44d0383/garuda-indonesia-diminta-maksimal-renegosiasi-dengan-emlessorem