Garut Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

    Pemerintah Kabupaten Garut telah menyiapkan 100 tempat tidur isolasi di rusun tersebut.

    REPUBLIKA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, mulai waspada menghadapi peningkatan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran 1442 H.

    Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Pemkab Garut akan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran. Apalagi, masih ada empat wilayah di Kabupaten Garut yang berstatus zona merah (berisiko tinggi) penyebaran Covid-19.

    “Hingga 14 hari ke depan, kami masih gelisah dengan lonjakan kasus,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (18/5).

    Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Garut telah menyiapkan 100 tempat tidur (bed) untuk isolasi di rumah susun (susun). Petugas kesehatan (nakes) di Kabupaten Garut juga terus diminta waspada.

    “Saya minta Dinkes juga menyiapkan kue-kue biasa, agar bila terjadi kejadian luar biasa, kami siap, ”kata Rudy.

    Dia menambahkan, saat ini terdapat dua unit ventilator di Rumah Sakit Medina untuk menangani pasien Covid-19 yang bergejala. Jika diperlukan, pihaknya akan menambah dua unit ventilator lagi untuk memenuhi kebutuhan pasien Covid-19.

    Menurutnya, RS Madinah bisa dijadikan alternatif pengobatan bagi pasien Covid-19 yang mengalami gejala, jika kapasitas RSUD dr Slamet sudah penuh. “Jika RS dr Slamet atau lainnya penuh maka bisa menjadi alternatif di RS Madinah,” ujarnya.




    Source