GB UMM Dorong Wisudawan Muda Bertahan Di Segala Kondisi

    Generasi kreatif mampu bertahan dalam segala situasi dan berpikir cepat

    REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Guru Besar (GB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Profesor Rahayu Hartini mendorong cendekiawan muda untuk mampu bertahan dalam segala kondisi. Hal itu diungkapkan Rahayu saat memberikan orasi ilmiah kepada lulusan Universitas Bhayangkara, Jabodetabek (UBHARA).

    Dalam kesempatan itu, Rahayu membahas orasi ilmiahnya yang berjudul “Peranan Generasi Unggul Kreatif dan Inovatif dalam Rekonstruksi Utang Ditengah Pandemi Covid-19 Melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan Kepailitan”. Melalui diskusi ini, ia mendorong para ulama untuk menjadi generasi unggul yang tangguh. “Terutama dalam ilmu pengetahuan, agama dan akhlak,” ujarnya.

    Rahayu mengungkapkan, sejumlah langkah membangun generasi unggul. Pertama, generasi muda harus memiliki moral dan spiritualitas. Kedua hal ini merupakan landasan penting bagi setiap orang.

    Ada juga ilmu yang nantinya bisa menjadi modal tersendiri untuk mendapatkan predikat generasi unggul. Terakhir, ulama juga harus berusaha berperan dalam aspek sosial. Mereka harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

    Dosen Fakultas Hukum UMM itu tak memungkiri bahwa menjadi generasi unggul saja tidak cukup. Harus dibekali dengan kemampuan kreatif dan inovatif. Generasi kreatif adalah mereka yang mampu bertahan dalam segala situasi dengan kemampuan berpikir cepat sehingga muncul solusi dan ide. “Inovatif artinya mampu berpikir visioner dan menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya,” ujarnya, Kamis (3/6).

    Sebagai pakar hukum bisnis, ia kembali menambahkan bagaimana situasi pandemi telah menempatkan banyak perusahaan di ambang kebangkrutan. Oleh karena itu, penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) bisa menjadi solusi. Hal ini karena adanya rekonstruksi dan reorganisasi antara perusahaan dengan kreditur. “Bahkan jika PKPU tidak dapat dicapai dan perusahaan berada pada titik mati, kepailitan adalah cara hukum terakhir untuk melindungi kreditur,” lanjutnya.

    Dalam acara tersebut, Rahayu juga berpesan kepada para wisudawan untuk tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia pun berharap bisa meniru kisah Al-Kahfi muda yang tetap teguh pendirian dan mampu bertahan dengan perubahan zaman.

    Terakhir, ia juga berharap agar orasi ilmiah yang disampaikannya dapat menyulut semangat para ulama untuk menjadi generasi yang unggul. Tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga lulusan yang kreatif dan inovatif. “Dan memberikan solusi baru yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qu5j4l380/gb-umm-dorong-sarjana-muda-bertahan-di-segala-kondisi