GELAPKAN HP PELAJAR BERUJUNG PIDANA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kebaikan teman kerapkali disalahartikan sehingga persahabatan yang selama ini telah terjalin dengan baik justru berujung pidana akibat barang berharga milik temannya digelapkan, seperti kasus tindak pidana penggelapan yang melibakan oknum pemuda berinitial An alias Bongol (19) yang beralamat di Desa Pungka Kecamatan Unter Iwes Sumbawa kini harus menghadapai proses pidana karena telah dengan sengaja menggelapkan sebuah Handphone milik korban Miftahul Akbar (16) pelajar yang bermukim di Kampung Rinjani Desa Labuan Sumbawa Kecamatan Labuan Badas.
Kejadiannya sendiri terjadi pada hari Jum’at 16 September 2016 lalu sekitar pukul 21.30 Wita bertempat di TKP depan Kantor Pengadilan Negeri Sumbawa Besar yang lama berada dikawasan Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa, ketika itu korban menitipkan sebuah HP merk Oppo Neo 7 warna hitam beserta cargernya agar dapat dicash dirumah temannya itu, dimana saat itu disaksikan Yuda (15) remaja ABG yang tinggal disebuah kos-kosan dikawasan Bukit Tinggi Kelurahan Pekat Sumbawa.
Pelaku bersama temannya langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor korban, namun tak lama kemudian teman pelaku balik dan datang menemui korban untuk mengembalikan motor milik korban sambil menanyakan tentang pola HP milik korban, akan tetapi setelah ditunggu-tunggu ternyata HP yang dititipkan untuk dilakukan Cash itu tidak dikembalikan oleh pelaku, sehingga upaya dan usaha pencarianpun dilakukan dengan hasil nihil tidak berhasil bertemu dengan pelaku, dan justru sebaliknya mendapatkan informasi kalau HP milik korban itu telah digadaikan kepada orang lain, sehingga korban mengalami kerugian material sekitar Rp 3.000.000, dan kasusnyapun segera dilaporkan kepada pihak Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus tindak pidana penggelapan HP milik oknum pelajar itu terang Kasubag Humas Polres Sumbawa Ajun Komisaris Polisi (AKP) Waluyo kepada Gaung NTB kemarin telah tercatat dalam laporan Polisi nomor LP/627/IX/2016/Resort Sumbawa dan kasusnya sedang dalam proses penyelidikan intensif aparat yang berwajib.