Gelombang Baru Covid-19, Thailand Menghentikan Kehidupan Malam

Pemerintah Thailand menutup tempat hiburan malam setelah gelombang baru Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK – Pemerintah Thailand memberlakukan penutupan tempat hiburan di ibu kota Bangkok dan 40 provinsi di negara itu selama dua pekan ke depan. Pengumuman peraturan ini datang pada Jumat (9/4), sebagai bagian dari upaya pengendalian penyebaran virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan penularan penyakit Covid-19.

Pemerintah Thailand telah mengendalikan lebih ketat wabah tersebut khususnya menjelang festival tahunan terbesar di negara itu. Dengan peraturan terbaru ini, bar, pub, karaoke, dan panti pijat akan tetap tutup hingga 23 April.

Taweesilp Visanuyothin, juru bicara pemerintah untuk Covid-19, mengatakan langkah itu disetujui oleh panel yang diketuai oleh Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha. Gubernur di setiap provinsi akan memiliki kewenangan untuk memperpanjang penutupan atau mencabutnya lebih awal jika situasi wabah membaik.

Dilaporkan BNN BloombergPihak berwenang di Bangkok mengutip hampir 200 klub malam pada awal pekan ini. Langkah tersebut dilakukan setelah episentrum lonjakan terbaru dalam kasus Covid-19, dengan tes yang dilakukan menunjukkan prevalensi varian virus Inggris yang baru dan lebih ganas.

Lonjakan kasus Covid-19 menjelang perayaan Tahun Baru Thailand minggu depan kemungkinan akan berdampak pada perekonomian negara. Pihaknya juga membuat rencana untuk secara bertahap mencabut larangan bagi turis asing yang telah divaksinasi harus ditunda terlebih dahulu.

Pada bulan April, Thailand mencatat 2.000 kasus Covid-19 terbaru. Sebagian besar kasus terkait dengan cluster virus di Bangkok.

Gelombang Covid-19 terbaru di Thailand telah merugikan saham Thailand dan kerugian mata uang. Mata uang baht telah berada dalam 0,4 persen dari dolar AS minggu ini dan diperkirakan akan tetap menurun untuk minggu kedelapan.




Source