Glowigen Natural Collagen Drink untuk Perawatan Kulit dari Dalam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi wanita, kulit merupakan bagian tubuh yang sangat penting untuk dirawat.

    Memiliki kulit yang kencang dan kenyal meski semakin tua merupakan dambaan bagi banyak wanita.

    Dan secara umum kosmetik menjadi pilihan dalam menunjang perawatan kulit.

    Namun saat ini ada perawatan kulit dari dalam dengan mengonsumsi minuman kolagen alami.

    Kolagen merupakan salah satu komponen utama pada kulit yang memiliki fungsi penting untuk menjaga kekencangan, kekenyalan, dan hidrasi kulit.

    Sayangnya, seiring bertambahnya usia, jumlah kolagen yang dapat diproduksi dalam tubuh semakin berkurang, sehingga kulit menjadi lebih kering dan keriput meningkat.

    Untuk membantu wanita menjaga kekencangan kulit, Glowigen yang bersertifikat Halal dan telah lulus BPOM ini merupakan alternatif minuman kolagen alami yang dapat memberikan perlindungan bagi kulit dari dalam.

    Baca juga: Beberapa Makanan Mengandung Kolagen, Baik untuk Kesehatan Kulit

    Menurut penelitian dari Department of Dermatology, University of Kiel di Jerman, suplemen yang mengandung kolagen dengan dosis 2.500-5.000 mg per hari dapat membantu menghambat proses penuaan dengan cara mengurangi kerutan dan melembabkan kulit jauh lebih baik, dibandingkan dengan orang yang tidak ‘ t minum suplemen kolagen.

    Jenis collagen yang sering ditemukan pada suplemen biasanya menggunakan undenatured collagen atau raw collagen yang berasal dari sendi ayam.

    Baca juga: Manfaat Suplemen Kolagen untuk Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Kulit

    Ada juga kolagen terhidrolisis yang berasal dari sapi, seafood atau berbagai hewan lain yang partikelnya sudah berkurang sehingga bisa lebih mudah diserap tubuh.

    Sebagai minuman Collagen, Glowigen juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak, diminum satu jam sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengendurkan sistem saraf.

    Selain mengurangi kerutan, minuman ini juga dapat melembabkan kulit dan mengurangi radikal bebas.




    Source