Gubernur DIY Perpanjang PPKM Mikro Hingga 3 Mei 2021

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro (PPKM) di wilayahnya hingga 3 Mei 2021.

Perpanjangan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 11 / INSTR / 2021 tentang Penyuluhan Penyelenggaraan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditandatangani Sultan HB X pada Selasa (20/4). “Instruksi gubernur ini akan berlaku mulai 20 April 2021 hingga 3 Mei 2021,” kata Sultan.

Melalui ingub yang ditujukan kepada bupati dan walikota di DIY, Sultan HB X antara lain meminta penerapan PPKM Mikro ke tingkat Rukun Tetangga (RT) / Rukun Tetangga (RW) yang berpotensi Covid-19.

Untuk mencegah penularan Covid-19 selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, bupati / walikota diminta mensosialisasikan penghapusan mudik lebaran kepada warga dan komunitas pendatang. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Apabila ada masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi / kabupaten / kota tanpa memiliki dokumen administrasi perjalanan tertentu, ia meminta kepada kepala desa melalui pos tingkat kecamatan untuk menyiapkan tempat karantina mandiri selama 5 × 24 jam dengan prokes yang ketat. “Biaya karantina ditanggung oleh masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi / kabupaten / kota,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan lintas provinsi harus dapat menunjukkan dokumen administrasi perjalanan tertentu atau izin yang dikeluarkan oleh kepala desa.

Juga melalui ingub, Gubernur Yogyakarta meminta Satpol PP untuk memperkuat, mengontrol, dan mengawasi perjalanan masyarakat di pos-pos pemeriksaan di wilayahnya masing-masing bersama TNI / Polri selama Ramadhan dan menjelang Lebaran 2021.


Source