Gubernur Sulawesi Tenggara Izinkan Sholat Idul Fitri di Masjid

Sholat Idul Fitri dilakukan dengan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi secara resmi mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid, mushola atau ruang terbuka seperti lapangan. Doa diadakan dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Tenggara Basiran mengatakan Gubernur telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 451.1 / 1939 tentang pemenuhan Shalat Idul Fitri dan larangan buka puasa bersama selama Ramadhan dan kegiatan open house atau halal bi halal di hari raya Idul Fitri. Fitri 1442 Hijriyah / 2021 M.

“Ya boleh, tapi ada ketentuan untuk melaksanakan protokol kesehatan,” kata Basiran, Kamis (6/5).

Dia menyampaikan, Surat Edaran Gubernur yang ditandatangani pada 5 Mei 2021 memuat tiga poin penting untuk mencegah penyebaran Covid-19. Poin pertama adalah pelaksanaan tata tertib kesehatan saat sholat Idul Fitri yang mencakup jumlah jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid / masjid atau lapangan.

Seluruh jamaah dipastikan dalam keadaan sehat, wajib memakai masker, menghindari kontak fisik, dan menjaga jarak, memeriksa suhu badan jemaah dengan alat pemindai panas oleh petugas / panitia atau masjid / mushala takmir. Selanjutnya penyediaan sarana cuci tangan bagi jemaah.

Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid / masjid dengan menggunakan pengeras suara. “Selanjutnya pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid / mushola atau di ruang terbuka dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 provinsi dan kabupaten / kota,” jelasnya.

Poin kedua, dilarang berbuka puasa bersama saat Ramadhan. Buka puasa di setiap rumah / kediaman dengan keluarga inti ditambah lima orang. Butir ketiga surat edaran tersebut juga menginstruksikan kepada seluruh pejabat / ASN untuk tidak melakukan kegiatan open house atau halal bihalal lebaran.

sumber: Antara




Source