Gugatan AHY Ditolak, Kubu Moeldoko: Putaran Kedua Menunggu

    Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan AHY terkait penyelenggaraan KLB Partai Demokrat.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak gugatan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait kegiatan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat (KLB) yang digelar 12 kader Demokrat, termasuk Jhoni Allen, Marzuki Alie. dan Darmizal. DPP Partai Demokrat Moeldoko mengapresiasi keputusan tersebut.

    “Ini bukti bahwa tuduhan kubu AHY terhadap KLB Deli Serdang tidak terbukti dan hanya dibuat-buat,” kata Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Muhammad Rahmad kepada wartawan, Jumat (13/8).

    Rahmad meminta kubu AHY tidak panik dan menuduh. Ia juga mengajak semua pihak untuk menghormati putusan pengadilan. “Oleh karena itu, mari kita hormati bersama. Putaran kedua di PTUN juga menunggu,” ujarnya.

    Rahmad mengatakan, putusan pengadilan ini menjadi kunci memenangkan gugatan keabsahan KLB Partai Demokrat di PTUN. Menurutnya, keputusan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KLB Demokrat di Sibogit sah secara hukum.

    “Penggunaan atribut Partai Demokrat oleh DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang juga sah secara hukum. Legitimasi akan lengkap ketika ada putusan pengadilan,” katanya.

    Rahmad juga mengimbau kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap menahan diri dan tidak euforia dengan keputusan tersebut. Ia juga meminta para kader untuk terus mendoakan, mencermati dan mengawal proses gugatan di PTUN.

    “Semoga majelis hakim PTUN dapat melihat dengan jernih permasalahan serius yang terjadi di lingkungan Partai Demokrat agar keadilan benar-benar dapat diperoleh DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang melalui PTUN nantinya,” jelasnya. .

    Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam putusannya menolak gugatan melawan hukum yang diajukan AHY kepada 12 kader demokrasi penyelenggara KLB. Ke-12 kader tersebut antara lain Marzuki Ali, Jhoni Allen Marbun, Darmizal, Max Sopacua, Muhamad Rahmad, Syofwatillah Mohzaib, Yus Sudarso, Tri Julianto, Supandi R. Sugondo, Boyke Novrizon, Achmad Yahya.

    Vonis dibacakan Kamis (12/8) siang oleh Ketua Majelis Hakim H. Syaifudin Zuhri. Majelis hakim menyatakan putusan perkara Nomor 236/Pdt.G/2021/PN.JKT.PST tidak dapat diterima karena AHY sebagai penggugat memiliki itikad tidak baik karena tidak pernah menghadiri sidang mediasi.



    https://www.republika.co.id/berita/qxs7b3354/gugatan-ahy-ditolak-kubu-moeldoko-ronde-dua-menunggu