Guru di Malang ditangkap polisi karena merakit senjata api secara ilegal, Densus 88 turun tangan

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur dibantu penyidik ​​Polres Malang dan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan seorang guru.

Guru berinisial AR ini diamankan terkait perbuatannya merakit senjata api (senpi) tanpa dilengkapi surat yang sah.

Kini pria yang berprofesi sebagai staf pengajar itu ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Seorang wanita muda ditemukan tewas terbungkus karpet di kebun tebu di Malang, polisi mengamankan seorang pria

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, tersangka ditangkap di masjid Stadion Ken Arok JaIan, Mayjen Sungkono, Buring, Kedungkandang, Kota Malang.

Modus operandi tersangka membuat atau merakit Air Soft Gun Baikal Makarov menjadi senjata api laras pendek dengan kaliber 22 mm, kaliber 38 mm, dan kaliber 9 mm. Air Soft Gun atas pesanan konsumen, ”kata Kombes Gatot, Jumat (23 /). 4/2021).

Baca juga: Fakta tentang suami membunuh istrinya di Surabaya, 3 hari tubuhnya terbaring di kamar sampai tercium baunya

Sementara itu, Wakil Kepala Bareskrim Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu menambahkan AR beroperasi merakit senjata ilegal pada Februari 2021.

“Tersangka ini melakukannya (merakit senpi) sendiri,” imbuh Nasrun.

Dari tangan tersangka, Korps Bhayangkara mengamankan tujuh buah dengan biaya Rp. 3,5 juta sampai dengan Rp. 6,5 juta per pemotretan.

Jelajahi tautan dengan kelompok teror

Polisi saat ini sedang menyelidiki kasus ini karena diduga terkait dengan terorisme dalam kasus tersebut.

“Yang jelas kaitannya dengan teroris masih diselidiki, apakah ada jaringan teroris atau tidak, tapi semuanya masih dijajaki,” kata Gatot.

Baca juga: Cemburu, seorang pria di Surabaya memukuli istrinya yang sedang hamil hingga meninggal, dan membuang jenazahnya

Tersangka mengaku merakit sendiri dan memodifikasinya sendiri sesuai permintaan perintah.

“Perintahnya lewat telepon, chat dan lain-lain,” kata Wakil Kepala Bareskrim Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu menambahkan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka AR dijerat Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Perakitan, Pembuatan, Penyimpanan, Kepemilikan, dan Pembawaan Senjata Api Tanpa Dokumen Hukum, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Artikel ini pernah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Polda Jatim Polres Malang Densus 88 Menangkap Guru di Buring Sidang Senpi Ilegal Malang




Source