Hadiah Ingatkan Area yang Turun Level Jangan Euforia

    REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Pemerintah Pusat telah mengumumkan status level sejumlah daerah pasca perpanjangan PPKM 16-23 Agustus 2021. Sejumlah daerah di Jawa dan Bali disebut-sebut mengalami penurunan level, dari level 4 ke level 3 dan dari level 3 turun ke level 2. Belum lagi sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah.

    Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan dan meminta daerah-daerah yang diturunkan peringkatnya tidak terlalu bergembira. Namun, mereka tetap mengutamakan kehati-hatian dan tetap mewaspadai berbagai risiko munculnya kasus baru Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

    Karena gubernur melihat sudah ada tanda-tanda euforia akibat penurunan status level tersebut, maka penting diingatkan kepada daerah untuk tidak gegabah dengan status downgrade tersebut. “Saya ingatkan bupati/walikota, forkompimda dan semua pemangku kepentingan agar tidak euforia, kita membaik tapi tidak semuanya baik-baik saja,” ujarnya di Semarang, Selasa (24/8).

    Meski sejumlah daerah di Jateng turun statusnya dari level 4 menjadi level 3, namun semuanya (daerah) diminta tetap berhati-hati dan pelaksanaan PPKM level juga harus dilakukan secara ketat. karena resikonya masih sangat besar jika area tersebut ceroboh dengan penurunan level tersebut.

    Orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah itu pun tak segan-segan menyebut gejala euforia di daerah tersebut. “Kemarin ada kasus, di Kabupaten Kendal tiba-tiba ada hajatan pesta. Tidak bisa seperti itu dan membantu masyarakat – kalau mau acara ramai – izin dulu agar bisa terpantau,” jelasnya.

    Tak hanya itu, menyusul pengumuman penurunan level tersebut, sejumlah bupati/walikota juga telah mengusulkan pembukaan lokasi wisata dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. kemudian gubernur kembali menegaskan bahwa bupati/walikota tidak boleh gegabah.

    Pembukaan tempat wisata harus di-pilot dulu dan Pemprov Jateng pasti mengizinkan, yang penting tidak serentak, tapi bisa satu dulu dan harus melalui tahap uji coba, termasuk sekolah. “Jadi kemarin di Solo ada sekolah yang nekat buka, kita peringatkan dan akhirnya mau kerja sama,” jelas gubernur.

    Di beberapa daerah di Jateng, lanjutnya, juga ada siswa TK, SD, dan SMP yang sudah masuk untuk menerapkan PTM di sekolah. Maka saya juga mengingatkan agar semua mengikuti ketentuan dan pelaksanaan program di lingkungan sekolah tetap harus dilaksanakan dengan ketat.

    “Saya sudah menyiapkan aturan umum terkait pelaksanaan PTM di sekolah dan tentunya agar bisa menjadi pedoman. Saya juga meminta agar aturan umum tersebut juga dipatuhi oleh seluruh daerah di Jateng yang akan memberikan kelonggaran bagi kegiatan pendidikan,” ujarnya.

    Di sisi lain, Gubernur Jateng juga mengomentari pembukaan kembali tempat ibadah, mall dan restoran dalam perpanjangan tingkat PPKM kali ini. Menurutnya, langkah tersebut disiapkan agar perekonomian bisa kembali tumbuh setelah hampir dua tahun dilanda pandemi Covid-19.

    meskipun juga harus bertahap dan tidak harus bersamaan dan juga harus diatur. Sejumlah persyaratan harus diikuti, seperti membatasi jumlah, membatasi jarak makan di restoran dan lain-lain. Termasuk pemasangan barcode untuk aplikasi Care to Protect. “Bagi yang belum memasang, saya minta segera dipasang,” ujarnya.

    Gubernur juga mengatakan uji coba pembukaan mall dan resto sudah dilakukan dan di Kota Semarrang juga sudah berjalan cukup baik. Namun yang masih menemui banyak kendala adalah penataan rumah makan atau warung makan kecil di pinggir jalan utama.

    Terkait hal itu, Gubernur juga mengaku masih agak rumit dan sulit, karena belum mengetahui formulanya seperti apa. Sehingga gubernur meminta bupati/walikota memastikan dengan mengatur jarak yang dianggap lebih aman. “Ini akan saya komunikasikan kepada bupati/walikota dan saya minta agar patroli juga tidak berhenti,” ujarnya.

    Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan perpanjangan tingkat PPKM hingga 30 Agustus 2021. Terjadi penurunan tingkat di sejumlah daerah di Jawa-Bali.

    Daerah yang sebelumnya tingkat 4 berkurang dari 67 kabupaten/kota menjadi 51 kabupaten/kota. Sedangkan wilayah yang masuk level 3 bertambah dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota. Begitu pula daerah yang masuk level 2 yang semula hanya memiliki dua kabupaten/kota kini menjadi 10 kabupaten/kota.

    https://repjogja.republika.co.id/berita/qyc019327/ganjar-ingatkan-daerah-yang-turun-level-jangan-eforia