HAKIM TIPIKOR GELAR PEMERIKSAAN SAKSI KASUS DANA BOS Jaksa Raka : “Tim Jaksa Siapkan Dua Saksi Awal”

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah sidang perdana atas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam penyalahgunaan dan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun anggaran 2015 lalu senilai Rp 67.200.000 pada SMKN 1 Kecamatan Lunyuk Sumbawa yang melibatkan Lelaki Aw oknum mantan bendahara BOS (kini pensiunan PNS), Senin (24/09) lalu berlangsung di Pengadilan Tipikor Mataram dibawah kendali ketua majelis hakim AA Ngurah Rajendra SH MH dkk, dengan agenda pembacaan surat dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dan Agus Widiyono SH MH tidak ditanggapi terdakwa dengan tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan Jaksa, namun pada sidang lanjutan pemeriksaan saksi terkait, justru tim Jaksa telah menyiapkan dua orang saksi yang akan diajukan lebih awal ke Tipikor Mataram.
Menurut Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Jum’at siang (28/09) kemarin, sesuai dengan jadual persidangan Tipikor Mataram Senin (01/10) besok, dengan agenda perdana bagi pemeriksaan sejumlah saksi terkait atas kasus dana BOS SMKN 1 Lunyuk yang melibatkan terdakwa AW mantan bendahara itu, maka tim JPU telah menyiapkan dua orang saksi yang akan diboyong ke Mataram guna dapat memberikan keterangan kesaksiannya didepan persidangan sesuai dengan apa yang diketahui dan menjadi tanggung jawabnya, terutama menyangkut soal penggunaan dan pemanfaatan dari dana BOS yang dikucurkan ke SMKN 1 Lunyuk tersebut, sehingga keterangan dua orang pengelola/penerima dana BOS itu diajukan terlebuh dahulu agar permasalahannya dapat menjadi jelas dan terang benderang, tukasnya.
Tim Jaksa dalam dakwaan sebelumnya mengungkapkan kronologis kejadian dari kasus dana bos SMKN I Lunyuk itu sendiri terjadi, sesuai dengan laporan Polisi Nomor LP/160/III/2018/SPKT, berawal ketika itu tahun 2015 lalu SMKN 1 Lunyuk Sumbawa itu memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN tahun 2015 sesuai dengan DIPA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebesar Rp 102.000.000 ( Rp 102 Juta ) dengan jumlah siswa sebanyak 170 siswa dan indeks setiap siswa per smester Rp 600.000, dimana pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2015 lalu terjadi mutasi dan pelantikan Kepala Sekolah SMKN 1 Lunyuk dari Ash S.Pd M.Pd kepada I Wayan Sabeh SP, sehingga pada hari Jum’at 13 Maret 2015 sekitar pukul 11.00 Wita bertempat di Kantor BRI Cabang Sumbawa pelaku (tersangka) lelaki Aw selaku bendahara BOS sekolah tersebut bersama dengan kepala sekolah melakukan pencairan dana BOS sebesar Rp 67.200.000.
Namun, kenyataannya setelah uang tersebut berada ditangan pelaku Aw tidak dibelanjakan untuk keperluan sekolah melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi yang hingga sekarang tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga akibat perbuatan tersangka itu negara dirugikan dan tersangka dikenai dengan ancaman sejumlah pasal pidana korupsi melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman pidana badan dan denda yang cukup berat.