Halaqoh Ulama Sampaikan 8 Rekomendasi Kepada Bupati Purbalingga

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA – Para ulama dan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Purbalingga menggelar Halaqoh (belajar) di Aula Pondok Pesantren Al Mushafiyyah, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (10/4). ). Dari hasil halaqoh tersebut terdapat beberapa rekomendasi yang disampaikan kepada Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

Juru bicara ulama Kabupaten Purbalingga, Amin Muakhor menyampaikan beberapa rekomendasi terkait pengoperasian Bandara Jenderal Besar Soedirman. Ia mengatakan, para ulama menilai keberadaan bandara akan berdampak sosial berupa menjamurnya tempat-tempat hiburan.

“Dengan adanya bandara maka mobilitas warga yang masuk ke Purbalingga akan meningkat. Biasanya akan diikuti dengan pemberian fasilitas bagi pengunjung, termasuk tempat hiburan, ” jelasnya.

Untuk mengantisipasi menjamurnya tempat hiburan. Amin mengatakan, ulama meminta pemerintah kabupaten melakukan pembatasan dan pengawasan lebih ketat terhadap tempat-tempat hiburan tersebut. “Jangan sampai menjamurnya tempat hiburan diikuti dengan penyebaran maksiat,” ujarnya.

Rekomendasi kedua, kata Amin, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menyelenggarakan atau merapikan Forum Kerohanian Islam (Rohis) di sekolah-sekolah. Hal ini agar kajian yang dilakukan tidak memberikan ajaran radikal yang menyimpang. “Begitu pula dengan pendirian pesantren yang berafiliasi dengan radikalisme diharapkan bisa dihalangi oleh pemerintah kabupaten,” ucapnya.

Selain itu, para ulama meminta kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para guru di Pondok Pesantren, memberikan pelatihan ketrampilan usaha bagi santri, dan meningkatkan kemandirian pesantren.

Terkait kegiatan ini, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi berharap kegiatan halaqoh dapat menjadi agenda rutin dua kali dalam setahun sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara ulama dan Umaro agar terjalin dengan baik. “Rekomendasi dari hasil halaqoh ini tentunya akan dipertimbangkan dan ditindaklanjuti dalam kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Terkait usulan untuk memperhatikan guru pesantren, Bupati mengatakan meski wabah Covid 19 masih berlangsung di tahun 2021, pemerintah kabupaten tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan kesejahteraan bagi para guru pesantren.

Bahkan secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana menaikkan biaya Pimpinan Pondok Pesantren. ” Sebagai bentuk perhatian pemerintah kabupaten, gaji guru Madin selama pandemi ini masih berjalan. Begitu juga untuk kegiatan Semaan Qur’an, Purbalingga Mengaji dan Istighotsah, Pemkab tetap akan melaksanakannya, ” ucapnya.

Terkait Forum Rohis, Pemerintah Kabupaten telah bekerjasama dengan Kementerian Agama melalui penyuluh agama untuk masuk ke sekolah umum dengan memberikan pembinaan agar kegiatan spiritual tidak menyimpang dan tidak mengarah pada radikalisme.


Source