Harga Ayam Mulai Naik Jelang Ramadhan

Harga daging ayam di Cianjur Jawa Barat Rp. 38.000 per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Cianjur, Jawa Barat, menjelang puasa naik dari Rp28.000 per kilogram menjadi Rp38.000 per kilogram. Hal tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan antisipasi.

Bupati Cianjur Herman Suherman saat dihubungi Selasa (6/4) mengatakan, menjelang puasa pihaknya sudah menginstruksikan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan stok yang aman untuk berbagai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar harga tidak melambung sehingga menimbulkan keresahan.

“Kami akan mengumpulkan peternak dan distributor untuk mencegah kenaikan harga jelang puasa dan lebaran, khususnya ayam dan daging sapi serta sembako,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk mencegah kenaikan harga, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi termasuk menggelar operasi pasar dengan Bulog Cianjur, agar harga bahan kebutuhan pokok dan daging tetap stabil dan tidak melambung tinggi. Sedangkan menjelang masuknya bulan puasa, harga daging ayam di pasar tradisional mulai merayap naik, pedagang menjual ayam dengan harga Rp. 38.000 per kilogram karena harga beli di tingkat distributor sudah naik, tapi kenaikan itu dianggap tradisi menjelang puasa.

“Sudah menjadi kebiasaan menjelang masuknya puasa dan lebaran, harga daging ayam mengalami kenaikan, namun diperkirakan kenaikan tersebut tidak akan melonjak karena tingkat pemakaiannya sudah berkurang sejak pandemi yang terjadi tahun lalu,” tuturnya. Andri Willi, pedagang daging ayam di Pasar Induk Pasirhayam, Cianjur.

Kenaikan harga, sambungnya, karena penggunaan yang tinggi menjelang puasa atau menjelang lebaran, sedangkan stok daging ayam hingga lebaran sangat mencukupi, sehingga pedagang tidak kesulitan mendapatkan pasokan. “Kami perkirakan kenaikan harga tidak akan melonjak karena tingkat pemakaiannya tidak setinggi saat puasa dua tahun lalu. Kemungkinan kenaikan harga akan terjadi hingga minggu pertama puasa dan kembali normal,” ujarnya. .

sumber: Antara




Source