Hari Raya Idul Adha, Momentum Untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Melalui perayaan Hari Raya Idul Adha, merupakan momentum untuk meneguhkan kembali sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, yakni dengan menjalankan risalah Islam yang dicontohkn oleh oleh Nabiyullah Ibrahim, AS, dan Ismail AS, melalui keikhlasan, ketawaddu’an dan ketaqwaan kepada sang khaliq, hal ini disampaikan Bupati Sumbawa, H M. Husni Djibril dalam sambutannya pada Hari Raya Idul Adha, yang berlangsung di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Kemarin.
Disampaikan H Hunsi, selain nilai ketaqwaan yang selalu diajarkan dalam Idul Adha, juga marwah sosial yang tinggi yang diperoleh dari hikmah berqurban.
“Kelebihan karunia harta bagi insan yang mampu, dimanifestasikan secara aktual dengan pembagian daging qurban kepada yang kurang mampu, dengan khasanah inilah Insya Allah muaranya adalah terimplementasinya secara bersama-sama Hablum Minallah dan Habhum Minannas, keseimbangan ketaqwaan ilahiyah dan ketaqwaan sosial,” paparnya.
Dijelas H Husni, bahwa qurban membentuk sebuah elemen cinta, cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama manusia.
“Inilah makna sesungguhnya dari qurban yang selalu kita rayakan tiap tahun,” jelasnya.
H Husni, juga berharap melalui momentum Idul Qurban kali ini agar dapat jujur mengakui kekeliruan serta mengikatkan kembali tali solidaritas, dengan senantiasa berempati terhadap saudara yang kurang secara ekonomi, sekaligus menanamkan kepekaan, kepedulian dan semangat silaturrahim antara sesama manusia. “Sifat kerelaan, mau berkorban dan tolong menolong hendaknya menjadi bagian dari langkah kita sehari-hari, dalam membangun kebersamaan, mewujudkan masyarakat Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat, masyarakat Sumbawa yang hebat secara sosial-ekonomi sekaligus bermartabat dihadapan Allah,” harpanya.
Dia juga mengajak semua agar memaknai hikmah Idul Adha sebagai semangat untuk mewujudkan masyarakat Sumbawa yang berdaya saing dengan sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, inovatif, kreatif, produktif dan mampu bersaing di tatatan global.
selain itu sambungnya, Idul Adha juga diharapkan dapat dijadikan pelajaran untuk membangun kemandirian masyarakat Sumbawa yang mampu memenuhi kebutuhan dasar secara ekonomi, sosial yang berkeadilan, yang pada akhirnya akan meneguhkan kepribadian masyarakat Sumbawa yang religius, patuh kepada hukum dan penuh toleransi terhadap keagamaan dilandasi oleh semangat gotong royong.
Pada kesempatan itu H Husni, juga menginformasikan bahwa bahwa pengelolaan keuangan negara sedang melakukan penghematan. kondisi ini juga berdampak luas kepada keuangan daerah secara keseluruhan.
Secara umum jelasnya, Kabupaten Sumbawa termasuk dalam 169 kabupaten/kota se Indonesia yang ditunda penyaluran DAU dari pemerintah pusat sampai pada akhir tahun 2016 ini, yang disebabkan karena tidak tercapainya realisasi penerimaan negara sesuai dengan target yang telah ditetapkan, kemudian disebabkan adanya kelambanan dari SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan, akibatnya uang yang seharusnya sudah dibelanjakan dan seharusnya sudah dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat, akan tetapi kenyataannya masih menumpuk di kas daerah, untuk itulah kata H Husni, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sumbawa atas terjadinya kondisi ini.
“Saya selaku Bupati Sumbawa sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemda untuk melakukan penyesuaian terhadap belanja dengan melihat tingkat prioritasnya, prinsipnya, Pemda tidak akan melakukan pemotongan terhadap belanja yang menyangkut kepentingan umum, sasaran pemotongan lebih banyak ditujukan kepada belanja operasional birokrasi seperti belanja perjalanan dinas, rapat-rapat dan belanja operasional lainnya, paparnya.
Oleh karena itu H Husni, berharap pemerintah dan masyarakat akan terus saling bahu membahu, saling membangun kesepahaman, serta saling berkontribusi guna tercapainya tujuan yang dicita-citakan bersama.
“Hikmah qurban ini senantiasa amat sangat relevan untuk kita jadikan semangat kesatuan dan persatuan masyarakat, tak terkecuali dalam proses pembangunan di Tana’ Samawa yang kita cintai ini,” demikina H Husni Djibril.