Hendak Pulang Kampung Dihadang “Dept Collector”

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tiga pemuda berumur sekitar 30 tahun yang berperawakan sedang mengaku menjadi Dept Collector. Mereka beraksi menghadang pengendara sepeda motor di jalan Sumbawa-Bima KM 5, setelah membuntutinya dari arah Pondok Pesantren Abu Bakar Al-Islamy.
Kejadiannya ini menimpa Syamsul seorang guru di sebuah madrasah di Sumbawa bersama isteri dan anaknya yang hendak mau mudik ke Desa Langam, belum lama ini.
Saat baru stiba di km- 5, dia melihat tiga orang membuntutinya dari belakang. Tapi Syamsul tetap tenang. Tepatnya di turunan sebelum Lapas Sumbawa, ketiga lelaki itu menggiringnya untuk berhendti. Namun Syamsul yang sudah curiga itu mendapatkan akal untuk berhenti di tempat ramai, yaitu warung pinggir jalan sehingga bisa terlihat orang lain.
Karuan setelah berhenti di warung pinggir jalan, ketiga pemuda itu juga turun menghampirinya. Selanjutnya oknum pemuda itu mengaku dari salah satu dealer sepeda motor di Kota Sumbawa.
Menurut mereka Syamsul diberhentikan karena dituduh menunggak 8 bulan. Untuk menyakinkan Syamsul mereka menyebutkan sepeda motor yang dibawanya memiliki nomor rangka mesin yang cocok dengan apa yang dibawanya. Kemudian nomor plat dan lainnya dicocokkan semua.
Namun Syamsul tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh oknum pelaku. Lalu Syamsul meminta menunjukkan surat tugas. Pelakupun mengeluarkan surat tugas. “Surat yang ditunjukkan kepada saya tidak ada stempelnya. Itu yang menambah kecurigaan kami bahwa mereka merupakan penipu gaya baru dengan modus Dept Collector,“ kata Syamsul.
Syamsul menjelaskan kepada pelaku dengan tenang, bahwa motornya itu sudah lama lunas dan tidak ada hubungannya lagi dengan dealer. “Bagaimana anda bisa menuduh saya menonggak, motor sudah lunas sementara kami punya BPKB dan surat-surat lengkap,” tambahnya.
Pelaku mulai kelihatan tidak focus dan mengalihkan pembicaraan dengan pura-pura menelfon pihak kantor dan rekannya berkali-kali. namun tak ada jawaban. Dalam kondisi itu, Syamsul sempat mengambil gambar ketiga pelaku tersebut dengan kamera HP. Setelah merasa tidak ada harapan terhadap targetnya mereka berlalu begitu saja.
Menurut Syamsul, walaupun dirinya tidak dirugikan secara material, namun anak dan isterinya sempat trauma dengan kejadian tersebut.
Syamsul berharap agar kejadian itu tidak terulang lagi menimpa warga lain. Ia juga memberikan tips kepada masyarakat jika mengalami kejadian yang sama untuk berhenti di tempat yang cukup ramai dan segera menelpon pihak keamanan atau rekan yang terdekat untuk dimohon bantuannya. “Intinya kita harus tetap waspana,” tandasnya.