Hilang BB Emas, KPK Ubah Kata Sandi Aman

    KPK mengaku kecolongan dalam insiden pencurian barang bukti oleh karyawannya.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku secara berkala akan mengubah sandi tempat penyimpanan barang bukti korupsi. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul kasus pencurian barang-barang korupsi yang disita oleh salah satu anggota satuan tugas (satgas) KPK.

    “Kami sedang melakukan pembenahan dan akan merotasi baik secara pribadi maupun berkala kuncinya akan menggunakan kode yang akan kami acak kembali secara rutin,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron di Jakarta, Jumat (9/4).

    Dia mengatakan perubahan kata sandi secara teratur akan diserahkan kepada pemimpin sektor terkait. Ia mengatakan, meski pengelolaannya tetap dilakukan oleh personel yang sama, sandi akan selalu berubah.

    Ghufron mengakui KPK luput dalam kejadian tersebut. Namun, lanjutnya, KPK segera menyelamatkan barang bukti dan kemudian pelakunya diserahkan kepada ketentuan hukum yang berlaku.

    Yakni, kami laporkan ke Polres Jakarta Selatan termasuk pengawasan internal kami lakukan proses internal termasuk pelaporan kepada orang dewasa, itu sebagian akibatnya, ”ujarnya.

    Seperti diketahui, KPK telah memecat pelaku pencurian emas seberat hampir 2 kg tersebut berinisial IGAS. Dalam persidangan etika, dewan pengawas KPK memutuskan pelaku telah melakukan pelanggaran kode etik setelah menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya.

    Dewas menilai hal tersebut melanggar nilai-nilai integritas yang ada dan diatur sebagai kode etik bagi seluruh personel KPK. Tindakan para pelaku tersebut berdampak merugikan dan berpotensi merugikan keuangan negara dan telah terjadi citra KPK sebagai sosok yang tahu integritas tercoreng.

    “Majelis memutuskan yang bersangkutan perlu dihukum berat, yakni memberhentikan secara tidak hormat,” kata Ketua KPK Dewas Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung KPK ACLC, Kamis (8/4).




    Source