Hingga akhir April lalu, layanan penyeberangan Merak – Bakauheni masih beroperasi normal

    Laporan Jurnalis Tribunnews, Bambang Ismoyo

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – ASDP Indonesia Ferry, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang jasa feri dan pengelolaan pelabuhan, memastikan layanan penumpang tetap beroperasi normal hingga akhir April 2021.

    Sebelumnya, ASDP Indonesia Ferry telah mengeluarkan imbauan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk menunda perjalanan dengan penyeberangan selama masa mudik Lebaran 2021.

    Hal tersebut dilakukan perseroan sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Pemerintah terkait larangan mudik pada periode angkutan Lebaran tahun 2021.

    Larangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Saat Idul Fitri 1442 H / 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

    Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan, larangan mudik bagi masyarakat pada 6-17 Mei 2021 atau menjelang libur Idul Fitri mendatang.

    Ira menjelaskan mengenai jasa penyeberangan ada pengecualian, yakni jika memang dalam keadaan mendesak atau memiliki kebutuhan khusus.

    Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Pada Masa Idul Fitri 1442 H / 2021 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, regulator telah menetapkan larangan penggunaan penggunaan atau pengoperasian sarana angkutan penumpang untuk semua moda transportasi yaitu: darat, laut, udara dan rel kereta api, mulai tanggal 6 – 17 Mei 2021.

    “Prinsipnya kami akan patuhi kebijakan Pemerintah, untuk tujuan bersama menekan penyebaran Covid-19,” jelas Ira dalam keterangannya, (9/4/2021).

    Baca juga: Pelabuhan Feri ASDP Terus Beroperasi untuk Transportasi Logistik Selama Periode Tanpa Mudik

    “Namun, ASDP memastikan pelabuhan penyeberangan tetap beroperasi melayani logistik dan dikecualikan masyarakat. Karena sesuai arahan Presiden, layanan transportasi logistik harus terus berjalan lancar untuk menjaga pasokan di daerah,” lanjutnya.

    Ketentuan yang diatur dari pengendalian transportasi meliputi hal-hal yang dilarang, pengecualian, pengawasan dan sanksi.

    Selain memberikan pelayanan kelancaran logistik, pengecualian aturan ini diberlakukan antara lain bagi penumpang yang memenuhi kriteria khusus seperti perjalanan dinas, pekerjaan, atau kondisi mendesak seperti melahirkan dan sakit.

    Mengenai perintah penghentian penjualan tiket dalam sistem tiket online Ferizy pada periode 6-17 Mei 2021, khususnya di empat pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

    ASDP akan melakukan penyesuaian untuk penutupan sementara penjualan tiket, terutama untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan kelas I, II, II, IVA, VA, dan VIA.




    Source