HM Din Syamsuddin Dukung UNSA Jadi Universitas Swasta Berwibawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Upaya Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri masih terkendala dengan belum dicabutnya moratorium oleh pemerintah pusat. Hal ini dikatakan Prof H M Din Syamsuddin PhD selaku utusan khusus Presiden RI untuk dialog dan kerjasama antar agama dan peradaban kepada wartawan usai Wisuda dan Dies Natalis ke-19 serta peresmian Rusunawa kampus baru UNSA, Kamis (28/12).
H Din Syamsuddin mengaku jika dirinya bersama Rektor UNSA, Prof Dr Syaifuddin Iskandar MPd dan rekan lainnya pernah mendatangi Mendiknas (saat itu) untuk mengupayakan Penegerian UNSA dan mendapat lampu hijau. Namun seiring perkembangan, pemerintah pusat melakukan moratorium terhadap seluruh universitas di Indonesia untuk dievaluasi. “UNSA sudah berkonsultasi dengan Kemenristek Dikti dan sudah dievaluasi, jika nantinya moratorium dicabut maka UNSA salah satu perguruan tinggi yang menjadi prioritas untuk dinegerikan, namun kami belum tahu persis kapan moratorium dicabut”, tegas pendiri Pesantren Modern International Dea Malela ini.
Melihat kondisi tersebut, H Din Syamsuddin mendorong pihak rektorat agar UNSA tetap menjadi universitas swasta yang berwibawa, sebab banyak universitas swasta yang maju dan unggul seperti Universitas Muhammadiyah, Universitas Kristiani, dan banyak lainnya. “Diluar negeri justru universitas swasta yang lebih unggul dan maju, di Amerika dan Eropa serta negara-negara maju, universitas swasta lebih unggul daripada universitas negeri”, papar H Din Syamsuddin.
Sementara itu, Rektor UNSA, Prof DR Syaifuddin Iskandar MPd yang dikonfirmasi mengatakan bahwa upaya penegerian UNSA harus melibatkan banyak pihak termasuk support pemerintah daerah untuk bersama-sama mengurus ke pusat. “Siapapun tidak ada yang berdaya baik itu bupati, gubernur dan lainnya harus menunggu moratorium dibuka kembali”, ujar Prof Ude sapaan Rektor UNSA.
Menurutnya, sudah tidak ada lagi yang dipersiapkan dalam menghadapi Penegerian, UNSA sudah sangat siap sejak lama dan tinggal menunggu moratorium dibuka. “UNSA memilkki lahan seluas 30 hektar, SDM semakin meningkat bahkan para dosen hampir seluruhnya gelar doktor. “Namun sekarang banyak PTS yang dimarger”, tandas Prof Ude.