Holding Industri Pertahanan Ditargetkan Selesai Tahun Ini

    Industri pertahanan akan berada di bawah merek baru, yaitu Defend ID.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian BUMN menargetkan pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan tahun ini. Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, salah satu tujuan Holding BUMN Industri Pertahanan adalah untuk memadukan kekuatan BUMN di industri pertahanan agar lebih fokus dan kolaboratif dalam memenuhi kebutuhan alutsista (alpalhankam). ).

    Hal tersebut diungkapkan Pahala dalam Focus Group Discussion (FGD) Bab II BUMN Industri Pertahanan dengan tema “Menjawab Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Pertahanan dan Keamanan Nasional Melalui Proses Penjabaran Peraturan dan Kebijakan Tentang Kemampuan Industri Pertahanan Nasional dan Rencana Pengembangan Ekosistem”. Acara ini digelar secara hybrid melalui online dan tatap muka di Kampus PT Dahana (Persero) Subang pada Kamis (10/6).

    “Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan memberikan manfaat tidak hanya bagi BUMN anggota, negara atau pemerintah, tetapi juga pemangku kepentingan lainnya dan ekosistem pertahanan secara keseluruhan,” kata Pahala.

    Sementara itu, Wamenhan dalam keynote speech yang disampaikan oleh Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. Menurut Donny, Kemenhan terus memberikan dukungan terhadap masterplan Cluster Indhan.

    “Dukungan juga berupa peningkatan skala dan penguatan posisi di pasar pertahanan dan keamanan nasional dengan mengutamakan penggunaan produk-produk berkualitas buatan BUMN Indhan,” kata Donny.

    FGD yang dikemas dalam Indonesia Defence Club (IDC) ini juga menghasilkan kesepahaman yang ditandatangani oleh para pemangku kepentingan seperti KKIP, Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, LIPI, Unhan dan Dirut BUMN Industri Pertahanan.

    Ketua Panitia Pelaksana BUMN Industri Pertahanan Bobby Rasyidin mengatakan pemahaman ini sangat penting untuk memuluskan cita-cita kemandirian industri pertahanan Indonesia. Menurut Bobby, dengan strategic holding, BUMN Industri Pertahanan akan mampu meningkatkan kemampuan bisnis dan teknologinya untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan negara.

    “Selain itu, BUMN Industri Pertahanan juga memiliki pengalaman dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan pihak swasta,” kata Bobby.

    Staf Ahli Wamenhan Andika mengatakan untuk mewujudkan implementasi regulasi mengenai industri pertahanan perlu ada program bersama yang konkrit di setiap dimensi sebagai pilot project implementasi harmonisasi Industri Pertahanan.

    “Melalui pembentukan holding, industri pertahanan akan berada di bawah brand baru yaitu Defend ID. Dengan brand image baru tersebut, diharapkan Industri Pertahanan mampu menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi,” ujar Andika.

    Rangkaian FGD ini merupakan langkah BUMN Industri Pertahanan untuk berkontribusi lebih dalam pemenuhan sistem pertahanan dan keamanan secara berkelanjutan sehingga Industri Pertahanan Nasional semakin mandiri dan maju, serta dapat membantu meningkatkan perekonomian Nasional melalui nilai tambah dari produksi Industri Pertahanan.



    https://www.republika.co.id/berita/quhk6z383/holding-industri-pertahanan-ditargetkan-rampung-tahun-ini