HPTL Sebagai Solusi Atasi Kecanduan Nikotin

    Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Produk tembakau alternatif atau hasil olahan tembakau lainnya (HPTL) dapat menjadi upaya pelengkap dalam mengurangi prevalensi perokok dan bahaya merokok di Indonesia.

    Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait produk yang dihasilkan dari inovasi tersebut.

    Mantan Direktur Kerjasama & Koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Profesor Tikki Pangestu mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi tantangan dalam mengatasi epidemi rokok di Indonesia, seperti faktor sosiologis, perilaku, dan psikologis.

    Saat ini akses terhadap rokok sangat mudah dijangkau oleh masyarakat, namun akses terhadap produk tembakau alternatif masih sulit dijangkau.

    Baca juga: Peneliti Sebut E-Rokok Masuk PP 109 Masih Harus Dipelajari

    “Di Indonesia, merokok sudah dianggap sebagai bagian dari gaya hidup,” kata Tikki dalam diskusi online bertajuk Kecanduan Nikotin: Pandangan Regulasi dan Manajemen Praktis belum lama ini.

    Tikki melanjutkan, diperlukan strategi khusus untuk menghadapi epidemi rokok yang sudah membudaya di Indonesia.

    ilustrasi rokok (tribunnews.com/herudin)

    Salah satunya dengan memanfaatkan dan mendukung penggunaan produk HPTL, seperti produk tembakau panas, rokok elektrik, dan snus.

    Pemanfaatan produk HPTL telah dilakukan oleh sejumlah negara maju, antara lain Jepang, Inggris, Selandia Baru, hingga negara-negara anggota Uni Eropa.

    Hasilnya adalah penurunan jumlah perokok di negara-negara tersebut.



    https://www.tribunnews.com/lifestyle/2021/09/01/hptl-sebagai-solusi-atasi-ketergantungan-nikotin