IDI: 200 ribu dokter diimbau untuk bersiap menghadapi lonjakan Covid-19

IDI memprediksi lonjakan pasien Covid-19 hingga Juli 2021

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Daeng M Faqih mengimbau kepada seluruh dokter di Indonesia untuk bersiap hingga akhir Juli 2021 menghadapi kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 pascabencana. libur Idul Fitri 2021.

“Kami mengimbau seluruh dokter di Indonesia untuk bersiap hingga akhir Juli 2021 dan berhati-hati jika energinya dibutuhkan. Kami doakan agar lonjakan tidak sampai pada Januari 2021,” ujarnya dalam rapat kerja (raker). ) bersama Komisi IX DPR yang dimonitor di Jakarta, Kamis.

Hal ini disampaikan Daeng kepada sekitar 200 ribu dokter yang tergabung dalam Forum Gerakan Dokter Nusantara agar sekuat tenaga dan upayanya menangani COVID-19 saat terjadi lonjakan. “Kita tidak hanya mengandalkan dokter spesialis tertentu yang jumlahnya terbatas, seperti dokter spesialis paru, ahli anestesi dan lain-lain. Karena kalau ada lonjakan tidak akan bisa,” ujarnya.

Untuk itu, PB IDI mengeluarkan kebijakan agar seluruh dokter di Indonesia dapat menangani kasus COVID-19 melalui pelatihan. “Tentunya tidak semua dokter bisa menangani COVID-19 secara spesifik, seperti memasang alat inkubasi, ventilator masih dalam kompetensi dokter tertentu yang secara teknis jago,” ujarnya.

Daeng mengungkapkan, saat ini tidak semua dokter berani menangani pasien COVID-19. Contoh kasusnya, kata dia, saat terjadi krisis tenaga medis di Surabaya, karena dokter di Jatim sangat ketakutan saat itu.

“Saya berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 hingga akhirnya kami mengambil keputusan dari pusat untuk memberikan 25 dokter. Kami akan terus menyediakan mereka untuk ‘backup’ Satgas Penanganan COVID-19,” ujarnya.

Daeng menambahkan, saat lonjakan kasus yang terjadi pada Februari 2021, terdapat 59 kasus parah fase tiga yang dialami oleh dokter COVID-19. “Biasanya 80 persen penderita fase tiga kasus parah bisa meninggal tanpa penanganan khusus. Tapi dari 59 kasus, 50 orang. Dokter terselamatkan,” ujarnya.

“Dokter juga ada sisi kemanusiaannya, takut. Makanya PB IDI terus semangat. Banyak dokter juga takut. Kita pastikan dokter tidak sendiri, ada bidang khusus di Satgas yang memberikan perlindungan. Terus kita sampaikan, begitu agar dokter dan petugas kesehatan tidak takut bereaksi berlebihan, ”ujarnya. kata Daeng M Faqih.

sumber: Antara



https://www.republika.co.id/berita/qts57e349/idi-200-ribu-dokter-diimbau-siaga-lonjakan-covid19