Idul Adha, Kendaraan Sektor Kritis Bisa Lewat Tol

Korlantas Polri mengatakan penutupan jalan tol tersebut dipastikan oleh petugas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Seksi Operasi Korlantas Kombes Polri Rudi Antariksawan mengatakan kendaraan sektor kritis dan esensial masih bisa melewati jalan tol. Jalan tol ditutup selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada hari raya Idul Adha.

“Penutupan jalan tol dipastikan dijaga petugas. Namun, kendaraan sektor kritis dan esensial masih bisa melewati jalan tol yang ditutup karena ada petugas di sana,” kata Rudi saat konferensi pers terkait pembatasan aktivitas masyarakat selama Idul Adha. Hari Raya 1442 Hijriah yang dipantau secara online di Jakarta, Sabtu (17/7).

Dia mengatakan petugas akan menempelkan stiker untuk menunjukkan bahwa kendaraan sektor kritis dan esensial, termasuk yang sangat membutuhkan, telah diperiksa dan memenuhi syarat untuk bepergian. Dikatakannya, untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat saat libur Idul Adha, Korlantas dan pihak terkait juga menambah pos blokir, termasuk di jalan tol.

“Khusus di jalan tol, kami akan menambah pos blokir agar masyarakat yang tidak berkepentingan bisa menunda perjalanannya,” imbuhnya.

Korlantas Polri melakukan isolasi di 1.038 titik yang tersebar dari Lampung, Jawa hingga Bali, mulai Jumat 16 Juli 2021 selama tujuh hari ke depan. Rudi merinci titik blokir yakni di Lampung sebanyak 21 titik yang terdiri dari dua titik di jalan tol, 17 titik non-tol dan dua titik di pelabuhan. Kemudian di Banten ada 20 lokasi yang terdiri dari dua titik di jalan tol, 17 titik non tol. jalan tol dan satu titik di pelabuhan Merak.

Di DKI Jakarta terdapat 100 titik blokir yang terdiri dari 15 titik di jalan tol dan 85 titik di jalan non-tol. Titik terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat dengan 353 lokasi yang terdiri dari 21 lokasi di jalan tol dan 332 lokasi di non-tol.

Selanjutnya di DI Yogyakarta sebanyak 23 titik di jalan non tol Jawa Tengah dengan 271 lokasi yang terdiri dari 27 lokasi di jalan tol dan 244 lokasi di jalan non tol. Di Jawa Timur terdapat 209 titik dan 41 lokasi di Bali yang tersebar di 38 lokasi di jalan non tol dan tiga titik di pelabuhan yaitu Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Benoa.

Kendaraan sektor penting yang diperbolehkan selama PPKM Darurat meliputi keuangan, teknologi informasi, hotel penanganan non-karantina. Sedangkan kendaraan sektor kritis meliputi logistik, kesehatan, keamanan, dan energi.

sumber : Antara



https://www.republika.co.id/berita/qwex8r428/idul-adha-kendaraan-sektor-kritikalesensial-bisa-lalui-tol