Imigran dari Afghanistan Demonstrasi di Tanjungpinang

    Imigran Afghanistan menuntut untuk dapat membangun kehidupan baru di negara ketiga

    REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG – Puluhan imigran asal Afghanistan berdemonstrasi di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mereka menuntut agar mereka dapat membangun kehidupan baru di negara ketiga.

    Salah satu pendatang asal Afghanistan, Yahya Zamili, mengatakan ratusan pengungsi asal Afghanistan telah tinggal di Pulau Bintan selama 10 tahun (Kabupaten Tanjungpinang dan Bintan). Selama 10 tahun itu pula, banyak peristiwa menyedihkan yang dihadapi para pendatang. Bahkan beberapa imigran memilih untuk mengakhiri hidup mereka setelah bertahun-tahun mengalami depresi.

    “Banyak yang bunuh diri karena depresi,” katanya saat berdemonstrasi, Senin (27/9).

    Pengungsi dari Imigran meminta kejelasan status mereka. Mereka tidak pernah berhenti berjuang untuk keadilan. Keadilan yang dimiliki suatu bangsa yang merdeka hanya dapat diperoleh dengan menetapkan statusnya untuk segera membangun kehidupan baru di negara ketiga seperti Amerika Serikat.

    “Kebebasan, mendapatkan kehidupan yang layak, pekerjaan, pendidikan seperti warga biasa, itu yang kami inginkan. Bantu kami,” katanya.

    Sejak beberapa tahun lalu, seluruh pendatang dari Afganistan, Sudan, dan lainnya telah menginap di Hotel Bhadra, Bintan. Beberapa pekan lalu, imigran dari Afghanistan juga menggelar aksi di kamp-kamp pengungsi.

    Kapolsek Tanjungpinang AKBP Fernando memberikan waktu satu jam kepada para pengungsi untuk menyampaikan aspirasinya. “Kita hanya mengamankan aksi. Jangan abaikan protokol kesehatan, masyarakat kita dilarang. Kita beri waktu maksimal satu jam,” katanya.



    https://www.republika.co.id/berita/r03fkn459/imigran-asal-afghanistan-demonstrasi-di-tanjungpinang